Plt Bupati Maknai Isra Miraj dengan Ajak ASN Trenggalrek Jujur dan Disiplin

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Aparatur Sipil Negara (ASN) harus berintegritas, disiplin dan jujur dalam bekerja sebagai pelayan masyarakat. Hal ini sesuai tema Isra Miraj Nabi Muhammad SAW sebagai pertanda kemajuan kemandirian yang berkarakter, serta  patut diwujudkan dan dilaksanakan di lingkup Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Trenggalek.

“Saya teringat apa yang pernah disampaikan oleh seorang birokrat, seorang profesional dan sebagai cendikiawan muslim dalam ceramahnya yaitu sebagai umat manusia harus punya prinsip di dalam bekerja, prinsip intelektualitas bertemu dengan moralitas, mungkin itu juga yang perlu kita ingat untuk memaknai peringatan Isra Miraj kali ini,” kata Plt Bupati Trenggalek Moch Nur Arifin dalam rangka peringatan Isra  Miraj Nabi Muhammad SAW, yang digelar  Pemkab Trenggalek.

Gelaran pengajian dan tausyiah ini  menghadirkan mubaligh KH. Syaikhuddin Rohman, S.H., M.M., dari Blitar sebagai penceramah dan berlangsung di Pendopo Manggala Praja Nugraha, dihadiri oleh segenap jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta PNS di lingkup Pemkab Trenggalek dan lintas instansi, Rabu, (11/4/2018).

“Dengan prinsip tersebut diharapkan mampu menggugah kita sebagaimana sebagai umat manusia mampu memberikan yang terbaik bagi kehidupan di sekitarnya dan memberikan manfaat bagi yang membutuhkan,” imbuh Arifin.

Sementara itu, KH. Syaikhuddin Rohman, S.H., M.M., dalam tausyiahnya menceritakan ketika sahabat nabi yaitu Sayyidina Ali mendapat rahmat dari Allah hanya karena menyelamatkan seekor burung.

“Hal ini sama jika kita terapkan dalam dunia kerja, sepatutnya jika di lakukan oleh seorang pimpinan untuk memberikan kasih sayang kepada bawahannya agar nanti juga mendapat rahmat dari Allah begitu juga sebaliknya seorang bawahan juga harus taat dan patuh kepada atasan agar mendapat rahmat pula,” ungkapnya.

  1. Syaikhuddin juga mengingatkan agar tidak hanya bekerja sekedar untuk mencari uang tanpa ibadah, karena jika demikian maka termasuk orang yang merugi.

“Allah tidak suka dengan orang yang tidak mau bersyukur dan merasa selalu kurang., padahal Allah telah memberikan nikmat yang tidak akan habis sampai kiamat,” pungkasnya.(/ham)