Mantan Bendahara Pembangunan RS Muhammadiyah Kediri Panik, Datangkan Polisi dan TNI


KANALINDONESIA.COM : Ketakutan berlebihan oleh Dr.Erika W direktur RS. Muhamadiyah kota yang juga mantan bendahara pembangunan rumah sakit, dengan mendatangkan puluhan  petugas polisi dan TNI untuk melakukan penjagaan di rumah sakit Muhamadiyah menjadikan catatan dan juga pertanyaan dari pihak ketua Majelis Pembina Kesehatan Umat ( MPKU) Kota Kediri dan juga Supriyo salah satu Keluarga Suwaji yang menjadi pelaksana pembangunan.

Cecep Yasin Ketua MPKU Kota Kediri dalam keteranganya membenarkan adanya penjagaan yang dilakukan oleh puluhan polisi dan TNI di Rumah Sakit Muhamadiyah, dan dirinya sempat kaget dengan adanya kejadian tersebut.

“Lho ada apa ini kok sampai rumah sakit mendatangkan banyak polisi dan TNI, ” kata Cecep saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (15/09/2016). 

Baca:  Dua Buronan Kasus Pembobolan Rumah di Surabaya Dibekuk Polisi

Lebih lanjut Cecep menjelaskan memang ditubuh Pimpinan Daerah Muhamadiyah ( PDM ) kota Kediri sedang ada polemik kasus pembangunan RS.Muhamadiyah dan juga tunggakan pembayaran ke pelaksana pembangunan pada tahun 2014 lalu, namun dirinya meminta kalau bisa diselesaikan secara baik baik kenapa mesti takut.

“Memang yang digunakan pembangunan adalah dana umat namun kan bisa dijelaskan ke mereka,”ungkap Cecep.

Terpisah, Aiptu M.Zaman babinkamtibmas Kelurahan Ngampel membenarkan, dengan adanya laporan dari pihak R

rumahan sakit jika ada PC Muhamadiyah dan Juga PDM kota Kediri yang akan datang, namun entah apa yang akan dibicarakan.

“Kalau saya dapat kabar dari menagemen rumah sakit begitu,”kata Zaman saat ditemui dihalaman parkir rumah sakit ,Kamis( 15/09/2016).

Baca:  Cabang Pacitan Sahkan 816 Calon Pendekar Baru PSHT

Sementara itu Dr.Erika W. Direktur Rumah Sakit hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi, namun ada dugaan dari Supriyo dari LBH Brawijaya yang juga pendamping hukum Suwaji mengatakan ,” jika PC dan PD Muhamadiyah Kota Kediri, mendatangi rumah sakit karena ingin menanyakan kebenaran mark up dan laporan pertanggungjawaban bendahara pembangunan rumah sakit yang dijabat oleh Dr.Erika W.pada saat itu,”pungkas Supriyo.

G.Marmoyo