Ibu Tiga Anak di Jombang, Berjuang Obati Balitanya yang Mengidap Hidrosefalus

Ibu Susiwati beserta fariz dan farel saat dikunjungi Kades setempat

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM :Kisah pilu jika harus memperhatikan kehidupan Ibu Susiwati asal Dusun Jabon, Desa Plosogeneng Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang Jawa Timur, bagaimana tidak Ibu tiga anak tersebut harus merawat dua anaknya yang sedang sakit.

Farel (6) anak kedua Ibu Susiwati yang tampak normal, nampaknya mempunyai kelainan sejak lahir. Farel ditakdirkan tumbuh tidak sempurna, dengan tidak mempunyai lubang pembuangan (red : anus). Sedangkan Fariz, sang adik yang tampak norma saat lahir pada 8 Januari tahun kemarin, kini dinyatakan dokter menderita Hidrosefalus.

Perlu diketahui, Hidrosefalus adalah penumpukan cairan pada rongga otak atau yang disebut dengan ventrikel. yang mengakibatkan ventrikel-ventrikel di dalamnya membesar dan menekan organ tersebut.

Cairan ini akan terus bertambah sehingga ventrikel di dalam otak membesar dan menekan struktur dan jaringan otak di sekitarnya. Jika tidak segera ditangani, tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak.

“ Waktu lahir keadaannya normal, terus umur 4 bulan mulai kelihatan kepalanya membesar-membesar. Awalnya panas, terus dibawa ke dokter, kata pak dokter Hidrosepalus kelebihan cairan,” kata Susiwati, saat ditemui sejumlah jurnalis, Senin (16/4/2018).

Ketika ditanya apa langkah yang diambilnya ketika mengetahui Fariz menderita Hidrosipalus. Ibu Susiwati menuturkan bahwa dirinya membawa anak bungsunya tersebut, untuk berobat di sejumlah rumah sakit, hingga menjalani operasi di RSUD Jombang.

“ Dibawa ke Airlangga, ke Puskesmas-puskesmas, ke bidan-bidan, terus terakhir ke Rumah Sakit Umum. Dan sudah dioperasi satu kali, usai operasi kondisinya sedikit membaik,” ujarnya.

Kisah menyedihkan yang dialami Ibu Susiwati nampaknya belum berakhir. Ditengah-tengah ia harus berupaya mengobati kedua anaknya, sang suami kini juga sedang sakit. M. Arif yang setiap harinya bekerja sebagai kuli bangunan kini sedang sakit, paru-paru. “ Ya harapannya bisa segera sembuh,” terangnya.

Kini kondisi Farel sudah mulai normal, karena kini bocah yang duduk di taman kanak-kanak tersebut, usai menjalani dua kali operasi. Dan saat ini, Farel kakak dari Fariz sudah mempunyai anus buatan.

Namun bagi sang adik, saat ini masih belum juga sembuh. Dan rencananya Fariz akan menjalani operasi lanjutan, menunggu jika nanti kondisi fisik balita tersebut sudah membaik. “ Rencananya akan di operasi lagi menunggu fisik anaknya membaik. Tapi setiap minggu harus control ke Rumah Sakit,” tukasnya.

Sementara itu, Tomi selaku kepala Desa setempat setelah mengetahui warganya mengalami persoalan kesehatan tersebut, pihak Desa membantu memfasilitasi keluarga Ibu Susiwati untuk mendapatkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“ Karena keadaannya beliau yang kurang mampu, kita buatkan BPJS, ada dua anak yang menderita penyakit pembuangan diluar anus untuk mas Farel, dan mas Faris menderita Hidrosefalus, sedangkan Bapaknya yang bekerja sebagai kuli bangunan saat ini juga sedang sakit paru-paru,” papar Tomi.

Masih menurut Tomi, pengobatan untuk keluarga Farel dan Fariz ini, selain dibantu pihak Desa, juga dibantu oleh sejumlah komunitas yang peduli terhadap nasib keluarga Ibu Susiwati yang kurang beruntung tersebut.

“ Pengobatannya ditanggung BPJS, dan pembayarannya pernah telat tiga bulan, namun Alahamdulillah banyak komunitas yang peduli sehingga memberikan bantuan untuk pengeobatan kedua anak beliau,” pungkas Tomi.

Dikonfirmasi secara terpisah Parno selaku tokoh masyarakat setempat, berharap ada upaya serius dari pemerintah daerah mengenai kondisi keluarga Ibu Susiwati, yang mempunyai masalah kesehatan terhadap kedua anaknya.

“ Ya saya berharap pada Pemda untuk memberikan bantuan, paling tidak mendapatkan pengobatan gratis, termasuk memberikan perhatian khusus, terhadap kedua anak dibawah umur yang kurang beruntung itu,” harapnya.(elo)