Kecewa Proyek Asal-Asalan Puluhan Warga Trenggalek Luruk DPRD

aksi demo Masyarakat Lapis Bawah Peduli APBD Trenggalek didepan kantro Dewan
aksi demo Masyarakat Lapis Bawah Peduli APBD Trenggalek didepan kantro Dewan

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Kecewa dengan proses pengaspalan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Trenggalek  pada tahun 2017, puluhan warga yang tergabung dalam Masyarakat Lapis Bawah Peduli APBD Trenggalek luruk kantor DPRD Kabupaten Trenggalek. Mereka menilai proyek pengerjaannya tersebut dilakukan secara asal – asalan, dan menuntut adanya tindak lanjut yang tegas kepada para wakil rakyat yang duduk di kursi DPRD Kabupaten Trenggalek.

Berdasarkan keterangan koordinator aksi, kedatangannya ke kantor DPRD ini dalam rangka menyampaikan aspirasi tentang peningkatan insfrastruktur jalan yang dirasa masyarakat kurang maksimal. Beberapa temuan di lapangan menyebutkan bahwa sejumlah pengerjaan proyek pengaspalan jalan sangat memprihatinkan.

“Seperti yang dilihat bersama dalam cuplikan tadi bahwa proyek pengaspalan jalan tidak sesuai prosedur dan spesifikasinya. Dari hasil investigasi kami, yang sangat buruk prose pengerjaannya ada di 7 titik yang ada di 5 kecamatan,” ungkap Budi Santoso saat dikonfirmasi, Rabu (18/04).

Diakui Budi, kekecewaan ini berawal saat masyarakat mengetahui hasil akhir pengerjaan pengaspalan tersebut. Bahkan saat ini, proyek tersbut masih dalam proses pemeliharaan. Akan tetapai sudah banyak yang mengalami kerusakan.

Pihaknya menyayangkan kinerja Perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut lantaran prosesnya tidak sesuai. Salah satunya temuan yang dinilai tidak sesuai seperti suhu yang tidak sesuai SOP. Jika pada proses pengerjaan aspal hotmix itu suhunya harus 120 derajat celcius,akan tetapi kenyataannya hanya bersuhu 36 derajat celcius dan dilakukan pada saat hujan.

“Sementara ini kita hanya menunggu lembaga fungsi kontrol Pemerintah, dalam hal ini adalah DPRD. Akan tetapi jika dari DPRD ini tidak ada rekomendasi atau keputusan, masyarakat akan tetap mencari keadilan. Mengingat proyek pembangunan ini bersumber dari uang rakyat,” tegasnya.

Selain itu aspal hotmix yang didatangkan ke lokasi juga dinilai sudah tidak layak lantaran aspalnya sudah dingin. Akibatnya, tak sedikit aspal hotmix tersebut sudah rusak sebelum diserah terimakan.

Lebih lanjut koordinator aksi juga menerangkan, bahwa pihaknya sudah menyerahkan sejumlah bukti bukti pengerjaan pengaspalan jalan yang diduga asal asalan.Baik bukti yang berupa dokumen, foto, video dan beberapa arsip lain.

Sebelumnya diketahui bahwa aksi massa yang tergabung dalam Masyarakat Lapis Bawah Peduli APBD Trenggalek ini, diawali dengan menggelar orasi di depan kantor DPRD Kabupaten Trenggalek. Selanjutnya beberapa perwakilan aksi diminta untuk menyampaikan aspirasinya dan melakukan hearing di dalam gedung DPRD yang diterima langsung oleh Wakil Ketua Dewan, Guswanto. (mil)