KPU Jombang Tetapkan DPT, 977.676 Jiwa Siap Gunakan Hak Suaranya

Burhan Abadi Komisioner KpU Kabupaten Jombang

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang menetapkan 977.676 jiwa dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak pada tanggal 27 Juni nanti.

Bertempat di ruang Khusni Kamil Malik KPU Jombang, penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) menjadi DPT tersebut, dihadiri tim pemenangan pasangan calon pemilihan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur serta pemilihan bupati dan wakil bupati Kabupaten Jombang, dari jajaran forum komunikasi pimpindn daerah Kabupaten Jombang dan panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Jombang.

“Bagi mereka yang belum masuk dalam DPT tidak perlu kawatir, mereka masih dapat menggunkan hak pilihnya selama dilengkapi dengan dukumen kependudukan, mulai dari KTP-el, dan dokumen pendukung lainnya,” kata Burhan Abadi selaku, Komisioner KPU Jombang, Devisi Perencanaan dan Data, Rabu (18/4/2018)

Masih menurut Burhan, nantinya para pemilih yang tidak masuk dalam DPT akan masuk dalam pemilih tambahan, selama memenuhi persyaratan yang berlaku dalam penyelenggaran pilkada serentak.

“Yang perlu diingat mereka yang tidak masuk dalam DPT hanya dapat memilih Di TPS sesuai dengan alamat yang tercantum dalam dokumen kependudukan yang dikeluarkan oleh Dispendukcapil,” ujarnya.

Perlu diketahui bahwa usai ditetapkan DPS menjadi DPT maka DPT tidak dapat berubah, dan penetapan ini berlaku sejak hari Rabu 18 April 2018.  Dan bagi masyarakat Jombang yang belum masuk dalam daftar DPT akan masuk menjadi daftar pemilih tambahan.

Disinggung mengenai adakah penurunan jumlah pemilih dari DPS menjadi DPT, Burhan menuturkan  melalui rapat pleno penetapan daftar pemilih tetap memang mengalami penurunan.

“Sebanyak 5.098 nama dicoret dari daftar pemilih sementara, dari semula berjumlah 982.774 menjadi 977.676 di DPT,” paparnya.

Imbuh Burhan, penetapan DPT pada pilkada kali ini, menggunakan rumus DPS dikurangi dengan daftar pemilih yang tidak memenuhi syarat, ditambah pemilih baru hasilnya akan menjadi DPT. Sedangkan dalam daftar pemilih yang tidak memenuhi syarat ada 10 kriteria sehingga menyebabkan berkurangnya angka dari daftar pemilih sementara menjadi daftar pemilih tetap.

“Beberapa faktor yang mempengaruhi pemilih yang masuk dalam daftar pemilih sementara Yakni meninggal dunia, Perubahan status sipil menjadi TNI Polri, pindah tempat, dan Daftar pemilih ganda sehingga secara otomatis data tersebut akan berkurang,” imbuhnya.

Sementara itu David Budiono selaku, Kepala Devisi pengawasan Panwaslu Jombang, mengatakan pencoretan yang dilakukan oleh KPU karena beberapa hal, diantaranya yakni daftar pemilih ganda, serta pemilih yang pindah domisili.

“penjelasan dari KPUD Kabupaten Jombang mereka yang dicoret adalah pemilih yang tidak memenuhi syarat menjadi daftar pemilih tetap dan kami harapkan daftar pemilih tetap tersebut menjadi kesepakatan dan tidak berubah,” tukasnya.(elo)