Evakuasi Bangkai Truk Dengan Memotong Jadi Dua Bagian

Proses bangkai truk yang berada di Bengawan Solo akibat dari ambruknya Jembatan Babat – Widang ambrol. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN. KANALINDONESIA.COM; Proses evakuasi bangkai truk yang terperosok akibat jembatan ambruk di Widang Tuban sedikit mengalami hambatan. Namun, upaya evakuasi masih terus dilakukan dengan cara memotong menjadi dua bagian.

“Ya itu (bangkai truk dipreteli) jalan terakhir. Mau nggak mau harus gitu,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di lokasi kejadian, Rabu (18/4/2018).

Keputusan ini merupakan hasil musyarawara bersama dari pihak yang terkait. Proses evakuasi bangkai truk yang berada sungai Bengawan Solo akan dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan crane yang ukurannya kecil dan yang kedua memotong badan truk menjadi dua bagian.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VIII Surabaya, I Ketut Darmawahana mengatakan, pihaknya terpaksa menghentikan proses evakuasi mengingat adanya resiko muatan crane, sehingga crane terlalu besar untuk ukuran daya pada jembatan yang dibangun pada tahun 1984 tersebut.

Ketut menambahkan pemotongan badan truk menjadi dua bagian tersebut merupakan kesepakatan dengan berbagai pihak termasuk dengan pemilik truk.

Selain itu, Kepala BBPJN VIII Surabaya menambahkan kalau dalam waktu dekat akan melakukan pembangunan ulang jembatan tersebut dengan membuat jembatan Bailey yang diperkirakan pembangunannya sebelum lebaran. Sementara itu, rangka jembatan bailey hari ini sudak diangkut menuju Widang Tuban.

Lebih lanjut Ketut berharap untuk perbaikan jembatan Widang-Babat sementara ini hanya dititik runtuh terlebih dahulu, kemudian di Tahun 2019 rencananya Jembatan Babat-Widang akan diganti total dengan yang baru.(omdik/fer)