Kapolda Jatim Tinjau Jembatan Widang Yang Ambruk

Kapolda Jatim meninjau lokasi ambruk Jembatan Widang. Foto:omdik_kanalindonesia.com
Kapolda Jatim meninjau lokasi ambruk Jembatan Widang. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN. KANALINDONESIA.COM; Sehari paska terjadinya jembatan penghubung wilayah Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Tuban putus, Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin melakukan peninjuan lokasi yang menyebabkan sejumlah kendaraan turut terjatuh ke dasar Bengawan Solo tersebut.

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin menduga ambrolnya jembatan Widang yang menghubungkan Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban – Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan dikarenakan usia jembatan yang sudah tua.

“Jembatan ambrol karena ketidakmampuan jembatan itu yang sudah tua, apalagi kendaraan-kendaraanya bawa muatan yang berat,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin di Surabaya, Selasa.

Dia mengatakan ambruknya jembatan yang merupakan jalan negara itu tidak diprediksi. Menurut dia, yang bisa berkomentar adalah ahli kontruksi atau dari pihak Dinas Pekerjaan Umum.

Namun Machfud menyatakan, saat ini pihak kepolisian yaitu Polres Tuban sedang mengevakuasi baik korban maupun kendaraan.

“Kami berharap agar truk yang masih berada di dasar Bengawan Solo segera mungkin dilakukan evakuasi. Bila perlu badan truk dipotong-dipotong agar mudah diangkat”, kata Irjen Pol Machfud Arifin saat tinjau lokasi di wilayah perbatasan Lamongan-Widang Tuban didampingi Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung S.Ik. MH dan petugas kepolisian Polres Tuban , Rabu (18/4/2018) siang.

Sebelum diangkat ke permukaan, lanjutnya, material yang diangkut truk itu harus dikosongkan dulu karena kalau tidak dikosongkan terlalu berat untuk diangkat mengingat muatannya berat.

“Jika Truk dalam keadaan kosong, sangat mungkin untuk bisa dievakuasi karena bebannya sudah ringan” ungkap Machfud, panggilan Irjen Pol Machfud Arifin yang juga menegaskan agar Pemkab Lamongan dan Tuban turut membantu dalam upaya mengevakuasi bangkai truk hingga tuntas.

Di sisi lain, terkait rekayasa arus Lalin, Machfud mengatakan sudah dilakukan. Seperti kendaraan besar diantaranya dilewatkan jalan Daendels, baik dari arah Surabaya atau sebaliknya.

“Jembatan yang ambrol ini tergolong usia tua yang perlu dikontrol. Namun terkait penyebab ambrolnya saat ini masih dalam proses penyelidikan dan masih didalami oleh pihak kepolisan,” beber Machfud.

Seperti diketahui Jembatan Widang penghubung wilayah Kabupaten Lamongan dengan Kabupaten Tuban, Selasa (17/4/2018) siang Ambrol. Empat kendaraan yang sedang melintas di jembatan di atas Bengawan Solo tersebut turut terjatuh ke dasar bengawan. Akibat Kejadian itu seorang korban tewas di tempat kejadian.

“Korban bermana Syaiful, sopir truk varia usaha dilakukan perwaratan medis di di sini” kata petugas Rumah Sakit Muhammadiyah Babat, Imam kemarin yang juga mengungkapkan korban yang meninggal dunia bernama Muklisin warga desa Banter Kecamatan Benjeng dibawa ke rumah sakit lain yang terdapat kamar jenazahnya. (omdik/fer)