Jembatan Ambruk Arus Lalin Dialihkan, Truk Seruduk Rumah Di Paciran

Bangunan yang diseruduk truk porak poranda di tanjakan Paciran. Foto:omdik_kanalindonesia.com
Bangunan yang diseruduk truk porak poranda di tanjakan Paciran. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Dampak akibat pengalihan arus akibat ambruknya Jembatan Babat-Widang selain mengakibatkan volume kendaraan meningkat dengan kendaraan besar dan kecil yang melewari Jalan Raya Deandeles, juga terjadi beberapa kejadian kecelakaan karena tingginya volume kendaraan tersebut.

Seperti yang terjadi pada pagi ini sebuah truk dengan nopol L 8433 UB bermuatan material besi menabrak dua rumah di Jalan Daendels, RT 2 RW 2, Paciran Lamongan, Jawa Timur milik Nadhiroh dan Hartatik, Kamis (19/4/2018). Kecelakaan yang terjadi pukul 07.00 itu membuat gempar warga yang sedang memulai beraktifitas.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun bangunan milik Nadhiroh mengalami kerusakan parah. Sedangkan rumah milik Hartatik hanya rusak pada bagian teras dan ruang tamu rumah.

Salah seorang saksi sekaligus penghuni rumah, Hartatik mengatakan, truk tersebut awalnya dari arah barat menuju ke timur. Diduga rem blong dan berusaha menghindari motor di depannya, akhirnya sopir membanting kemudi ke kanan dan menabrak rumah warga.

“Kelihatannya remnya blong terus menghindari sepeda mbanting nganan. Akhirnya nabrak rumah bu Nadhiro yang memiliki toko kecil di depan rumahnya,” kata Hartatik.

Lebih lanjut Hartatik mengatakan kalau laju truk tersebut berhenti karane salah satu rodanya terperosok ke selokan depan rumah Nadhiroh sehingga mesin dan laju truk tersebut berhenti.

“Seumpama tadi tidak terperosok,  bisa jadi rumah bu Nadhiroh habis diseruduk kendaraan sebesar itu,” tambah Hartatik

Sementara itu setelah kecelakaan, kondisi pengemudinya dikabarkan terluka di bagian kepala dan langsung dilarikan ke Pusat Kesehatan Umum (PKU) Muha. Muhammadiyah Paciran. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berhamburan menuju lokasi.

“Sopirnya masih sangat mudah, tapi syukur alhamdulillah hanya lecet di kepalanya,” lanjutnya.

Sementara itu, Hartatik jugan menceritakan bahwa sebelum kecelakaan, anaknya Yang bernama Arung sempat bermain di depan rumah. Namun selang beberapa menit ia masuk rumah dan terhindar dari kecelakaan.

“Ini tadi barusan (Arung) bermain-main depan rumah. Namun untung saja saya panggil dan masuk dalam rumah dan Alhamdulillah selamat,” ungkap Bek Hartatik.

Kejadian truk menabrak rumah rumah Nadhiroh maupun Hartatik sebenarnya bukan yang pertama kali ini saja. Hal itu dikarenakan kondisi jalan yang menanjak tajam (curam).  Ditambah lagi volume kendaraan tinggi karena asa pengaliham arus,  sehingga membuat truk sering macet karena tidak kuat melaju atau rem blong karena beban muatan.

“Alhamdulillah, selamat semua,” kata Hartatik.(omdik/fer)