Sisir Partisipasi Kelompok Minoritas, KPU Jombang Sosialisasikan Pilkada bagi Penyandang Disabilitas

Pelaksanaan sosialisasi pilkada serentak di oleh KPU di ruang Husni Kamil Malik

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Dalam rangka menarik minat serta partisipasi kelompok minoritas, dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, yang akan dilaksanakan pada 27 Juni nanti. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jombang, melaksanakan sosialisasi pada sejumlah penyandang Disabilitas, pada hari Kamis (19/4/2018), di ruang Husni Kamil Malik, KPU Jombang.

“Hari ini KPU sosialisasikan pilbup dan pilgub untuk kelompok Disabilitas di Jombang. Kita undang dari IPC, Pertuni dan sejumlah kelompok penyandang disabilitas lainnya, sekitar 80 orang,” kata Fatoni selaku Komisioner KPU Jombang, pada sejumlah jurnalis, Kamis (19/4/2018).

Saat ditanya apakah kegiatan ini merupakan follow up dari adanya kedatangan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) di kantor KPU Jombang, pihak KPU menjelaskan bahwa kegiatan untuk melakukan sosialisasi untuk menarik partisipasi masyarakat untuk menggunkana hak suaranya, memang sudah menjadi agenda rutin dari KPU.

“Sebelum ada Komnas HAM ke Jombang, kita sudah merencanakan kegiatan ini. Agenda dengan teman-teman Disabilitas ini selalu ada di setiap pemilu. Dan ini adalah salah satu sasaran dari penyelenggaraan pemilu yang harus disisir dan harus disosialisasikan pada mereka, dan ternyata Alhamdulillah mereka antusias sekali,” ujar Fatoni.

Dari 3.187 penyandang disabilitas, lanjut Fatoni, KPU berharap agar informasi mengenai pelaksanaan pilkada serentak bisa disosialisasikan oleh sejumlah peserta yang hadir, kepada kelompok penyandang disabilitas lainnya.

“Yang kita harapkan dari pertemuan ini, setidaknya mereka bisa memberikan pemahaman yang sama kepada teman-temannya di lingkungan komunitas mereka masing-masing,” paparnya.

Masih menurut Fatoni, selain melakukan sosialisasi pada kelompok minoritas seperti penyandang disabilitas, KPU Jombang juga melakukan sosialisasi pada kelompok rentan.

“Iya ada sebelas sasaran termasuk kelompok minoritas, kelompok rentan, kelompok pemilih perempuan, kelompok pemilih pinggiran di daerah pegunungan, kelompok pemilih pemula, yang semuanya akan kita lakukan sosialisasi. Seperti yang akan kita lakukan dalam waktu dekat ini untuk melakukan sosialisasi dengan kelompok pemilih pemula,” tegasnya.

Ketika ditanya adakah kesulitan dalam melakukan sosialisasi pada kelompok penyandang disabilitas, pihaknya menuturkan bahwa tidak ada kesulitan. “ Tidak ada kesulitan karena sudah ada penerjemah bagi teman-teman tuna rungu, namun kita harus menggunakan waktu yang agak lama, karena kita harus menjemput teman-teman yang tuna netra,” pungkasnya.

Sementara itu Faizzudin, selaku pembina dari kelompok Ikatan Penyandang Cacat (IPC), menyayangkan adanya kekurangan alat peraga yang dilakukan oleh KPU selama sosialisasi.

“Jadi yang kita sesalkan yang pertama, adalah kurangnya alat peraga yaitu template, padahal keputusan KPU pusat, template itu wajib dan harus ada saat dilakukan sosialisasi, dan itu sangat-sangat diperhatikan oleh KPU pusat. Dan yang kedua adalah fasilitas terkait dengan akses temen-temen ke kantor KPU (red : pintu masuk tidak ada jalur khusus untuk disabilitas) padahal dibebarapa kantor itu sudah ramah terhadap disabilitas, dan yang terakhir tidak adanya modul, sehingga kita kesulitan untuk memahami,” tukasnya.(elo)