​Hujan Deras, Tebing Setinggi 50 Meter Longsor Tutup JLS Pacitan 

Material longsor menutup JLS Pacitan                                                                              ( foto : bc/KIcom)

KANALINDONESIA.COM : Hujan lebat yang mengguyur kota Pacitan, Kamis (15/09/2016) malam sekita pukul 12.35 WIB mengakibatkan longsoran tanah bercampur batu, dan menutup Jalur Lintas Selatan.

Titik longsor yang paling parah yakni di Km  14  yang berada di Dusun Gayam, Desa Sodomulyo,Kecamatan Kebonagung. Kabupaten Pacitan.

Sampai saat ini, longsoran tebing setinggi 50 meter tersebut masih menutup seluruh badan jalan sampai sepanjang 100 meter dan belum bisa dilewati kendaran roda 4 dan roda 2.

Baca:  Berbekal Rekaman CCTV, Polres Pacitan Kantongi Pelaku Pencurian

Menurut penjelasan AKP. Nugroho, Kasatlantas Polres Pacitan,”kejadian longsor ini sekitar pukul 12.35 WIB malam hari,”ucap AKP Nugroho.

Untuk sementara ini jalur lalu lintas JLS dialihkan ke jalur utara ( jalur lama ) melewati Kecamatan Tulakan. Dan pihak lantas telah melakukan koordinasi dengan BBPJN guna mendatangkan alat berat ke lokasi longsoran, serta sejumlah dumtruck untuk memindahkan material longsor.

“Saat ini kami masih berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional ( BBPJN ) untuk mendatangkan alat berat di lokasi longsoran dan sejumlah dump truk guna memindahkan tanah yang berada di kawasan longsor ini, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,’’ jelasnya, pada Jumat ( 16/9/2016 )

Ditambahkannya, mungkin banyak pengguna jalan yang merasa dirugikan, namun kami dan BBPJN berusaha secepatnya untuk membersihkan longsoran tersebut, agar pengguna jalan bisa melintas kembali seperti biasanya.

Baca:  Penanganan Kasus Dugaan Penggelapan Raskin Tak Kunjung Selesai, Puluhan Warga Desa Larangan Tokol Demo Kejari Pamekasan

“JLS ini adalah akses jalan menuju ke beberapa tempat wisata yang ada di kabupaten Pacitan dan juga akses kendaraan menuju PLTU Sudimoro, mungkin PLTU agak terganggu oleh adanya longsor tersebut,’’ tandas Nugroho.

Sementara, Sumarno (47) warga Dusun Gayam, Desa Sidomulyo yang rumahnya dekat longsoran, mengatakan,‘’kejadian longsor tersebut pada pukul 12.35 WIB malam hari, saat itu saya dan keluarga sedang tidur pulas dan tanah serasa bergerak seperti gempa. Lantas terdengar suara gemuruh, dengan tergesa-gesa saya lari keluar rumah dan melihat tebing yang ada di pinggir jalan JLS longsor hingga menutup badan jalan. Lalu saya bersama masyarakat lain mengamankan para pengguna jalan yang akan melewati Jalur Lintas Selatan (JLS) ini,’’pungkas Sumarno.(Bc)

Baca:  KH. Abdulloh Marmuzi Pimpinan PP. Al Ishlah Bandar, Dukung dan Restui MBOIS