Kualitas Beras Rastra Buruk, Komisi B DPRD Jombang Hearing dengan Bulog

suasana hearing antara Komisi B, Bulog dan dinas terkait beras rastra(Foto: Elo_kanalindonesia.com)

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM:  Adanya keluhan warga Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur mengenai adanya kualitas beras sejahtera (Rastra) dari Bulog, membuat Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang, melakukan hearing.

Hearing ini dilakukan oleh sejumlah anggota komisi B, untuk mengetahui penyebab kualitas beras rastra yang diterima warga, tidak layak dimakan.

“Dari 919 ton per bulan ada beras rastra yang didistribusikan ada 4 sak yang artinya 40 kg beras rastra yang rusak, itu kira-kira pfrosentase rusaknya gak sampai 1 persen dari total yang didistribusikan bulog pada bulan itu,” ujar Rochmad Abidin selaku ketua Komisi B, pada sejumlah jurnalis, Jumat (201/4/2018).

Ditanya mengenai apakah penyebab kerusakan beras tersebut, sehingga tidak layak dikonsumsi oleh warga, politisi asal PKS tersebut menjelaskan bahwa rusaknya, diakibatkan adaya penundaan distribusi beras, dari pihak Desa ke warga.

“Rusaknya pun setelah dilapangan ternyata oleh pihak masyarakat yaitu oleh RT setempat, tidak langsung didistribusikan, tapi ditimbun dulu satu bulan kemudian baru didistribusikan, karena ada persoalan yang menyebabkan tidak bisa dilakukan pendistribusian,” ujar Rochmad.

Masih menurut penjelasan Rochmad, karena ditimbun, beras rastra untuk warga ditimbun di gudang Desa, selama satu bulan dan mengalami penurunan kualitas karena fasilitas gudang di Desa tidak memadahi. Dan seketika itu juga bulog menggantikan beras tersebut.

“Nah ini terus kena hujan terus rusak yang 4 sak, tetapi oleh bulog yang ada di RT itu ada 16 sak, langsung diganti,” papar Rochmad.

Lanjut Rochmad, sedangkan menurut mekanisme yang disampaikan oleh bulog, pihak bulog sudah melakukan pendistribusian sesuai dengan SOP. Yakni sesuai dengan pedum, beras setelah didistribusikan ke Desa, kemudian beras dilakukan pengecekan, dan jika memang kualitas beras buruk, beras tersebut bisa langsung dikembalikan ke bulog, untuk digantaikan beras yang bagus.

“Kecuali jika kualitasnya buruk, disampaikan nke bulog, tetapi oleh bulog tidak diganti nah itu bulog bisa dikomplain. Sebenarnya dari kasus ini tidak serta merta bulog, karena dulu sudah kita rekomendasikan agar bulog memberikan beras rastra yang masih baru,” tukasnya.

Sementara itu Taufik Budi Santoso selaku, Kepala Sub Divre Bulog Surabaya Selatan, menuturkan bahwa usai memberikan pemaparan pada Komisi B, serta satuan dinas terkait, tentang adanya peristiwa adanya beras bulog yang buruk, karena terdapat penurunan kualitas.

“Setelah dilakukan integrasi dilapangan mengenai adanya beras kualitas buruk, sebenarnya permasalahan ada di Desa. Karena setelah kami kirim ke Desa ama pihak Desa tidak langsung dibagikan. Dan karena gudangnya bocor, berasnya kena air dan menggumpal, sedangkan beras waktu kita kirim itu layak untuk dimakan,” ujar Taufik.

Imbuh Taufik, untuk itu Bulog berkomitmen mengganti dan sekaligus memberikan beras rastra di Jombang dengan kualitas yang baik dan layak untuk dikonsumsi.”Karena ada penimbunan yang dikarenakan ada pemilihan RT. Langsung pada waktu itu juga kita ganti sebanyak 16 sak,” tukasnya.(elo)