Satreskrim Polres Jombang, Bongkar Kasus Curanmor dan Pemalsu STNK

AKP Gatot Setya Budi saat melakukan perss rilis hasil ungkap kasus curanmor

JOMBANG, KANALINDONESIA.COM: Tim Opsnal Satreskrim Polres Jombang, dalam kurun waktu satu minggu berhasil mengungkap dua kasus tindak pidana kejahatan, sekaligus dalam kurun waktu satu minggu.
Kasus pertama yang berhasil diungkap yakni, kasus pencurian kendaraan roda empat, sedangkan kasus yang kedua adalah kasus pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Selama satu minggu terakhir dari tim opsnal Satreskrim Polres Jombang, berhasil mengungkap dua kasus. Yang pertama adalah ungkap kasus pencurian roda empat merek Toyota Kijang Inova E dengan nopol AE 1529 KD, dengan TKP yang ada di jalan Tugu, Desa Kepatihan,” ujar AKP Gatot Setya budi saat perss rilis di halaman Polres Jombang, Jumat (20/4/2018).

Masih menurut penjelasan Gatot, kronologi peristiwa tindak pidana pencurian kendaraan roda empat ini berawal, saat mobil Kijang Inova ini sedang diparkir disebelah halaman sebuah rumah sakit swasta di Jombang. “Mobil diambil oleh HS (40) warga asal Desa Bra’an, Kecamatan Bandarkedungmulyo. Pelaku mengambil kendaraan korban dengan menggunakan kunci palsu,” kata Gatot.

Setelah mobil dikuasai oleh pelaku HS, kemudian mobil dibawa keliling oleh pelaku ke Malang, Blitar, Tulungagung, dengan maksud untuk digadaikan atau dijual. Namun pelaku tidak juga berhasil menemukan pembeli atau tempat gadai yang mau menerima mobil hasil curian tersebut.

“Setelah pelaku kebingungan, pelaku balik lagi ke Jombang, dan mobil hasil curian tersebut ditinggal didepan alfamart Ngoro,” papar gatot.

Setelah dilakukan penyelidikan dan lakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), lanjut gatot, petugas berhasil mengungkap identitas pelaku yang diketahui adalah HS, yang merupakan kerabat dari korban yang berprofesi sebagai tukang parkir.

”Pelaku masih mempunyai hubungan saudara dengan pelapor yakni Muhamad Yusuf, yang profesi sehari-harinya adalah tukang parkir,” tegasnya.

Dan untuk kasus yang kedua, yakni kasus menggunakan STNK palsu. Tersangka PJ (49) warga Desa Sukopinggir, Kecamatan Gudo, ini merupakan tukang gadai mobil, yang belum jelas status kepemilikannya. Untuk menghindari kecurigaan pemilik, maupun petugas kepolisian saat operasi lalulintas, pelaku dengan sengaja memalsukan STNK kendaraan hasil gadai.

“Modusnya disini mobil yang dia kuasai, dibikinkan STNK, namun nopolnya ngambil milik orang lain, memang nokase nya adalah nokase nya kendaraan yang dia pegang namun nopol nya, milik kendaraan lain,” ungkap Gatot.

Kini kedua pelaku harus meringkuk di sel tahanan mapolres Jombang, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kedua pelaku dijerat dengan pasal yang berbeda.

“Untuk tersangka HS dikenakan pasal 363 ayat (1) ke 5e KUHP dengan ancaman pidana paling lama 7 tahun, sedangkan untuk tersangka PJ dikenakan pasal 263 ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 6 tahun,” pungkas Gatot.(elo)