Dugaan Terjadi Penggelembungan DPS Pemilukada, Komisi I DPRD Pamekasan Sidak Dispendukcapil

PAMEKASAN, KANALINDONESIA.COM: Diduga di Dinas Kependudukan Catatan Sipil (DISPENDUKCAPIL) Pamekasan terdapat dugaan pengggelembungan Jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) peserta pemilu yang ditengarai mengarah untuk kepentingan Pemilukada 2018 mendatang, Komisi I DPRD Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, senin 23 April 2018 melakukan Inspeksi Mendadak (SIDAK) ke Kantor Dispendukcapil setempat.

Sidak Komisi I DPRD Pamekasan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) pamekasan yang dipimpin langsung oleh Ismail SHI, Ketua Komisi I DPRD bersama empat orang anggotanya pada senin pagi, langsung menemui Kepala Dispendukcapil Pamekasan, Herman Kusnadi.

Diruang kerjanya, Herman Kusnadi tidak banyak mengelak ketika dimintai keterangan secara detil tentang isu perbedaan selisih DPS temuan Dispendukcapil dengan DPT yang telah ditetapkan beberapa waktu lalu oleh KPU setempat.

“Kedatangan kami adalah untuk klarifikasi dan memastikan tentang maraknya isu tersebut telah menjadi konsumsi publik yang dikwatirkan semakin berdampak memanasnya suhu politik menjelang pelaksanaan pilkada pamekasan 2018 mendatang,” kata Ismail SHI, Ketua Komisi I DPRD Pamekasan, senin (23/04)

Herman Kusnadi, Kepada Komisi I DPRD Pamekasan mengakui bahwa, adanya temuan DPS sebanyak 33.093 yang ditengarai kuat dugaan sengaja digelembungkan untuk kepentingan Pemilukada pamekasan 2018 mendatang itu, merupakan data yang diterimanya dari KPU Pusat.

Menurutnya, data itu merupakan data pilpres tahun 2014 dan pilkada tahun 2013 lalu, yang ketika di verikasi ternyata tidak valid bahkan tidak masuk dalam data base dispendukcapil.

“Data itu menurut kami memang data siluman, akan tetapi temuan itu kini telah kami kordinasi dengan pihak KPU Panekasan sehingga kemudian menjadi klop,” tutur Herman Kusnadi Kadispendukcapil Pamekasan.

Hasil verifikasi Dispendukcapil, dari 33.093 data pemilih potensial tersebut, sebanyak 12.994 di antaranya kini dinyatakan telah terdaftar di database kependudukan dan sudah melakukan rekam KTP serta telah dimasukan ke dalam DPT. Sementara untuk 11.618 lainnya, juga sudah terdaftar di database, tapi belum melakukan perekaman. Untuk data yang bermasalah itu, yang telah melakukan rekam diketahui sebanyak 83 pemilih. kemudian sebanyak 8.398 pemilih dinyatakan tidak terdaftar di database.

Sementara itu, untuk jumlah daftar pemilih tetap (DPT) pilkada yang akan digelar 27 Juni 2018 mendatang yang telah ditetapkan oleh KPU Pamekasan, sebanyak 680.392 orang.

Perinciannya, pemilih laki-laki sebanyak 328.442 orang dan pemilih perempuan sebanyak 351.950 orang, tersebar di 1.579 tempat pemungutan suara (TPS) di 178 desa dan 11 kelurahan di 13 kecamatan. (Ifa/Nang).