Zulhasan : Kekuasaan itu Harus Dijemput Jangan Ditunggu, Jadi Harus Tetap Kerja Keras

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Calon Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menghadiri acara “Cangkruan Bareng” bersama Zulkifli Hasan (Zulhasan) Ketua MPR RI yang diselenggarakan di Hotel Jaaz Trenggalek dengan agenda koordinasi partai dalam rangka mengusung Zulhasan sebagai calon presiden dan pemenangan calon Gubernur Jatim Khofifah – Emil.

Emil Dardak merasa tersanjung berkesempatan hadir dalam acara Cangkruan Bareng ini. Selain bisa langsung bertatap muka dengan para petinggi Partai PAN yang ikut mengusung Khofifah – Emil di Pilgub Jatim 2018, doktor termuda ini ingin menepis sekaligus memberikan pesan – pesan moral tentang isu – isu yang sedang berhembus, dan salah satunya adalah tentang pencalonan dirinya yang dianggap sebagai penghianatan.

Dijelaskan, salah satu tekad yang ada dibenaknya adalah bagaimana memajukan Kabupaten Trenggalek di segala bidang karena ada tiga pilar penting yang penanganannya diambil langsung oleh propinsi, antara lain, bidang pendidikan, kelautan dan kehutanan.

“Kakek saya itu asli Trenggalek jadi tidaklah rasional jika saya akan berkhianat. Hilangnya tiga pilar penting tersebut tentu akan menjadi sebuah tantangan,” terangnya, Selasa (24/04/2018)

Kepala Daerah termuda ini berpesan kepada semua masyarakat termasuk jajaran pengurus Partai PAN Trenggalek jika dalam menjalankan roda pembangunan itu harus bergerak dan berkreasi. Ia tidak akan melupakan Trenggalek, hingga tahun 2019 karena masih menjabat sebagai bupati atau di tahun ke 4 masa kepemimpinannya.

Sementara itu, Ketua MPR RI Zulhasan berharap agar seluruh jajaran pengurus Partai PAN baik ditingkat daerah atau propinsi tetap bekerja keras dalam upaya pemenangan pasangan Khofifah – Emil di Pilgub Jatim.

“Tidak boleh berpangku tangan, semua harus bergerak, kekuasaan itu harus dijemput tidak boleh ditunggu,” jelasnya.

Lebih lanjut Bang Zul mengatakan tidak ada istilah menyerah dan harus berjuang sampai titik darah penghabisan karena dua sosok calon gubernur dan wakil ini adalah orang hebat dan cocok menjadi psovemimpin masa depan.

“Semua orang tidak akan ragu kehebatan Khofifah dan Emil, jadi sangat disayangkan jika tidak kita perjuangkan,” ujarnya.

Zulhasan berharap agar masyarakat Trenggalek cerdas dalam menentukan pemimpin karena akan menentukan masa depan daerah yang dipimpinnya.

“Saya hanya berpesan, pemimpin itu tidak cukup hanya pandai tapi harus amanah, artinya, harus totalitas dalam bekerja dan itu ada pada Khofifah – Emil,” pungkasnya. (mil/ham)