Baznas Paparkan Manfaat Zakat di Markas PBB

NEW YORK, KANALINDONESIA.COM: Indonesia diwakili Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memaparkan manfaat zakat di kantor pusat Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat.

Mewakili Ketua Baznas Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA, CA, Wakil Ketua Baznas Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.E, memperkenalkan “inklusi zakat” (zakat inclusion) sebagai solusi masalah ekonomi dan sosial global sebagai pembicara pada side event Economic and Social Council (Ecosoc) PBB, di Kantor Pusat PBB, New York, Amerika Serikat (AS), Senin (23/4/2018) waktu setempat.

Zainul menceritakan, pada November 2017, ia diminta mewakili Ketua Baznas Bambang Sudibyo, menghadiri forum yang membahas pendanaan untuk Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di New York dan Washington DC, AS.

“Sangat terasa zakat dan kami menjadi top of mind di forum tersebut yang mengangkat tema Innovative Financing for SDGS: The Role of Islamic Finance,” ujar Zainul

Berdasarkan fakta itu, Zainul meyakini bahwa dunia semakin menyadari zakat telah mengalami pergeseran dari sekadar isu filantropi ke solusi sosial dan ekonomi.

”Saya menyaksikan dan mendengarkan sendiri bagaimana pejabat-pejabat tinggi PBB dan UNDP menilai pendanàan SDGs tidak ingin terlalu bergantung pada donasi, tetapi melalui pendanaan alternatif. Karena itulah mereka sangat gandrung menggunakan kata alternative financing,” kata Zainul.

Gagasan tersebut, lanjut dia, langsung ditangkap oleh Direktur UNDP Indonesia, Christopher dan Wakil Direktur Francine Pickup dengan mendirikan Innovative Financing Lab yang telah diakui PBB.

“Dalam hal ini, Baznas berada di depan. Karena sebagai sebuah lembaga yang total berkecimpung di bidang zakat, insya Allah kami lebih mengetahui dan berada di posisi terdepan. Kami yakin PTRI New York sangat gencar menyuarakan bahwa ‘innovative financing dan ‘zakat inclusion’ adalah hal yang genuinely digagas Baznas,” tutur Zainul.

Dia mengisahkan, setelah kembali dari New York pada forum PBB sebelumnya, Dubes RI di PBB, Dian Triansyah Djani, memprakarsai diskusi panel untuk menggalang dukungan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

“Sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia leading dalam ekonomi-keuangan syariah dan ‘zakat for SDGs’,” ujar Zainul yang juga mantan Dubes RI untuk Yordania merangkap Palestina ini.