Petani Minta Embung Segera Digarap

KENDAL, KANALINDONESIA.COM: Pembangunan embung salah satu proyek dari Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, yang berada di Desa Ngerjo, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mandek pengerjaanya, Selasa (24/4).

Dari beberapa kontraktor tidak ada yang sanggup melakukan pembangunan embung hingga tahap akhir. Padahal keberadaan embung itu sangat penting bagi kebutuhan petani untuk menyimpan air pertanian saat musim kemarau. Para petani mengharapkan pembangunanya bisa dilakukan kembali hingga selesai.

Ali Sofyan salah satu petani mengatakan, Selama ini kebutuhan air di desa ngerjo sangat dibutuhkan untuk lahan pertanian, apa bila tidak ada embung petanipun merasa was-was apabila terjadi musim kering.

“Dengan adanya embung ini bisa bisa dijadikan sumber air alternatif bagi petani. Tetapi, hingga saat ini pengerjaan embung mandek dan tidak tahu kenapa bisa berhenti pengerjaanya. Petani berharap proyek pemerintah tersebut dapat dilakukan pengerjaanya kembali,” harapnya.

Kepala Desa Ngerjo Isnaeni Alnas, membenarkan bahwa pengerjaan embung yang ada didesanya merupakan proyek dari pemerintah provinsi yang dilakukan kontraktor itu berhenti. Diketahui proyek pembangunan embung di desanya itu dikerjakan oleh kontraktor pada tahun 2016.

Pembangunan embung  dari Pusdataru Provinsi Jawa Tengah yang berada di Kecamatan Ringinarum ada dua tempat yakni, desa ngerjo dan kedungsari. Akan tetapi pengerjaan pembangunan embung  yang ada di desa kedungsari itu sudah selesai dilakukan.

Pembangunan tersebut berbeda dengan pembangunan embung yang ada di desanya yang tidak rampung-rampung hingga sekarang. Dalam pengerjaannya sudah ada tiga kontraktor yang melakukan pengerjaan pembangunan embung di desanya.

“Sudah tiga kontraktor yang mengerjakan pembangunan embung ini. Tapi tidak pada sanggup dan menghilang begitu saja. Kabarnya akan ada kontraktor baru lagi yang akan mengerjakannya. Kalau dilihat secara fisik sudah 70 persen pengerjaan embungnya,” tandasnya.

Kades Isnaeni menjelaskan, dalam pembangunan embung proyek pemerintah tersebut yang berlokasi di desanya sangat bagus dan mendapatkan apresiasi dari petani.

Karena keberadaan embung itu dapat menjadi sumber mata air bagi pengairan lahan pertanian yang bisa diandalkan selain dari saluran irigasi.

Namun, pembangunannya hingga kini belum selesai. Sehingga menyisakan dampak atas pembangunanya terebut. Seperti jalan desa yang dilalui truk proyek tersebut rusak. Selain itu jembatan desa juga rusak.

“Untuk jembatan sudah diperbaiki. Biaya perbaikannya dari pihak kontaktor. Saat ini masih menyisakan jalan desa yang rusak. Pihak desa nyambut baik dengan adanya embung, karena dapat meningkatkan hasil prosuksi pertanian dengan luas lahan sebanyak 85 hektar,” ungkapnya. (Alif)