Salah Mengartikan USBN BK, Seorang Siswa SMPN 1 Kwanyar Tidak Ikut UNBK

Kepala UPTD SMPN 1 Kwanyar, Moh. Sadali

BANGKALAN, KANALINDONESIA.COM: Gara – gara salah mengartikan Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBN BK)  yang digelar sebelum pelaksanaan UNBK, dikira sudah ikut ujian nasional. Akibatnya, seorang siswa SMPN 1 Kwanyar Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan berinisil J  tidak ikut Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK}. Kejadian ini sangat disayangkan oleh Kepala UPTD SMPN 1 Kwanyar, Moh. Sadali.

Menurut Sadali, saat J tidak ikut UNBK pada hari pertama. Dia langsung mendatangi kediaman orang tuanya di Desa Pesanggrahan Kecamatan Kwanyar Bangkalan dan menjelaskan perbedaan USBN BK dengan UNBK. Orang tuanya baru mengerti dan beralasan J menengok  neneknya yang sedang sakit di Malang dan segera disuruh pulang.

“Begitu hari pertama tidak ikut UNBK, saya langsung kerumahnya orang tuanya. Dengan harapan J bisa ikut UNBK yang digelar minggu depan,” ujar Sadali, Rabu, (25/2/2018).

Saat ditanya apakah ada kemungkinan J tidak ikut UNBK karena dikawinkan oleh orang tuanya. Mantan Kepala Sekolah SMPN 1 Galis tersebut (Sadali) tidak berani menduga – duga. Walaupun pada kenyataan orang desa  kebanyakan demikian.

“Meski saat saya datang kerumahnya tadi pagi J belum juga nampak. Saya tidak berani menduga-duga J dikawinkan oleh orang tuanya. Saya masih tetap berharap J bisa ikut UNBK susulan,” paparnya.

Sekedar diketahui, jumlah siswa SMPN 1 Kwanyar yang ikut UNBK 172, tidak ikut 1 dan penggabung dari 3 SMP swasta  berjumlah 62 peserta (yans).