Sumberwudi Sering Dijadikan Tempat Transaksi Narkoba

Tersangka seusai melakukan pemeriksaan di Mapolres Lamongan. Foto:omdik_kanalindonesia.com
Tersangka seusai melakukan pemeriksaan di Mapolres Lamongan. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Diduga akan lakukan transaksi sabu sabu,  WH (35) warga Desa Kendalkemlagi Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan diringkus team Joko Tingkir Reskrim Polres Lamongan,pada Selasa (24/4/2018) sekitar pukul 22.00 WIB. Di jalan raya yang menghubungkan wilayah Kecamatan Karanggeneng dan Kecamatan Kalitengah tepatnya di Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng.

Kasubag Humas Polres Lamongan AKP Harmudji dikonfirmasi pada Kamis (26/4/2018) mengungkapkan, dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa dua poket narkotika jenis sabu sabu, satu kotak kosong berisi peluru senapan angin dan sebuah unit handpone.

Ditambahkannya pengkapaan tersangka ini , bermula dari Team Joko Tingkir Reskrim Polres Lamongan sedang melaksanakan giat kring serse. Kemudian mendapatkan informasi dari masyarakat, kalau di jalan raya antara Karanggeneng – Kalitengah sering dipakai transaksi narkoba.

“Di Wilayah Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng saat ini menjadi tempat yang strategis untuk melaksanakan transaksi, selain ada di perempatan wilayah juga filter masyarakat setempat juga longgar”, kata AKP Harmudji

Selanjutnya, Team joko Tingkir melakukan penyelidikan intensif dan dipastikan tersangka akan melakukan transaksi. Setelah tersangka muncul sesuai ciri ciri target sedang akan lakukan transaksi, tak ingin buruannya lari,” Petugas langsung bergerak cepat penangkapan,” ungkap  AKP Harmudji

Lanjut tambah, AKP Harmudji, saat penangkapan disertai penggeledahan ditemukan barang bukti berupa satu klip plastik berisi narkotik jenis sabu sabu, dan satu kotak berisi peluru senapan angin serta satu unit handpone. Selanjutnya tersangka bersama barang buktinya dibawa ke Mapolres Lamongan ,” Akibat perbuatanya tersangka dijerat pasal 112 dan pasal 114 UU NO 35 tahun 2009 tentang narkotika,” pungkasnya.(omdik/fer)