Moeldoko: Perlu Kesadaran Baru dalam Memandang Kaum Difabel

MATARAM, KANALINDONESIA.COM: Di antara berbagai isu politik yang tengah hangat belakangan, Kantor Staf Presiden menunjukkan kepeduliannya pada isu pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas. Kamis, 26 April 2018, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko hadir dan menjadi pembicara kunci dalam diskusi publik bertema “Pemenuhan Hak-Hak Penyandang Disabilitas” di Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Moeldoko memaparkan, selama ini cara pandang dan pendekatan masyarakat, termasuk pemerintah, terhadap penyandang disabiltas cenderung menggunakan pendekatan bantuan atas dasar belas kasihan. Cara pandang dan pendekatan seperti ini menempatkan penyandang disabilitas sebagai objek belas kasihan.

“Cara pandang dan pendekatan seperti itu terbukti tidak bisa mengangkat harkat dan martabat penyandang disabilitas. Bahkan justru menimbulkan berbagai sikap dan perlakuan yang diskriminatif dalam berbagai aspek kehidupan,” kata Moeldoko, dalam diskusi yang dihadiri sekitar 200 penyandang disabilitas, perwakilan pemerintah daerah, aktivis, dan mahasiswa dari Nusa Tenggara Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Timur.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berharap kita sebagai bangsa harus bahu-membahu untuk bangkit mengatasi berbagai persoalan bangsa.

Moeldoko berpesan agar 28 juta penyandang disabilitas di Indonesia tak boleh minder. Sebaliknya, mereka harus tampil percaya diri, memiliki semangat, daya juang, semangat belajar, dan kreatif.

“Sudah banyak buktinya penyandang disabilitas memiliki prestasi hebat di berbagai bidang, baik pendidikan, olah raga, musik, ekonomi, dan sebagainya,” kata Panglima TNI 2013-2015 ini.