Pengusaha Kecewa Pemkab PamekasanTidak Membuka Tempat Hiburan

PAMEKASAN, KANALINDONESI.COM: Sejumlah pengusaha tempat hiburan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, mengaku merasa kecewa terhadap janji Pemerintah yang tak kunjung membuka tempat usahanya pasca ditutupnya secara permanen sebelum mengacu kepada Perbup dan Perda yang ada.

Lina, Pungusaha Tempat Karaoke dan Hotel Resto pamekasan, mempertanyakan haknya lantaran pihaknya telah memenuhi segala kewajiban dan mematuhi peraturan pemerintah kabupaten (Pemkab) pamekasan. Namun, hingga empat bulan lamanya janji pemerintah untuk membuka kembali itu tidak kunjung ditepati.

“Himbauan Pemkab setempat itu yakni, semua kaca pintu tempat hiburan harus transparan, memakai CCTV, serta saklar lampu sudah diluar, dan semua itu sudah kami penuhi, tapi mana hak kamiii,” kata Lina, Pungusaha Tempat Karaoke dan Hotel Resto pamekasan, jum’at (27/04).

Lina menjelaskan, pasca ditutupnya secara permanen tempat-tempat usaha karaoke oleh pemerintah daerah setempat agar kemudian memenuhi himbauannya itu, pihaknya langsung melaksanakan sesuai amanah peraturan tersebut namun janji pemkab itu belum dipenuhi hingga saat ini.

“Kami menagih janji pemerintah, sebab kami merasa diperlakukan tidak adil karena selama ini apa yang sudah diperintahkan oleh Pemkab telah kami laksanakan sesuai dengan aturan,” jelasnya.

Pasca penutupan tempat-tempat karaoke berizin secara permanen oleh Pemkab Pamekasan yang berlangsung sekitar empat bulan yang lalu, telah membuat pihaknya kelimpungan untuk menggaji karyawannya.

Sementara di Tempat Karaoke dan Hotel Resto pamekasan, ada sekitar 70 karyawan yang harus tetap digaji meski usaha tempat karaoke telah ditutup. Kesemuanya, tidak diberhentikan karena pemilik usaha merasa kasian. Kendati demikian, pihaknya mengaku usahanya itu akan gulung tikar jika Pemkab setempat tidak segera membuka kembali tempat usahanya. (Ifa/Nang)