Rakernis Pengumpulan Data Indeks Desa Membangun

LOMBOK BARAT, KANALINDONESIA.COM: Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Ditjen PPMD) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah melaksanakan Rapat Kerja Teknis Pengumpulan Data dan Aplikasi yang bertempat di Hotel Lombok Raya, Mataram Nusa Tenggara Barat.

Acara yang dihadiri oleh 35 orang dari Manajemen Nasional Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, 33 orang dari Tenaga Ahli dari Seluruh Provinsi Se-Indonesia dan 33 orang dari SKPD dalam hal ini adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Seluruh Provinsi se-Indonesia.

Acara dibuka tanggal 26 April 2018 pukul 16.00 WITA dibuka oleh Kepala Bagian Perencanaan Ditjen PPMD, Hariyanti dan dipandu oleh Zulkarnaen Kasubbag Data dan Informasi selaku panitia pelaksana dan dilanjutkan dengan pengumpulan Data Indeks Desa Membangun  (IDM) yang pengerjaanya dimulai dari tanggal 16 Maret 2018 dengan menyebarkan kuisioner ke seluruh Tenaga Ahli Provinsi dan Tenaga Ahli Kabupaten kemudian diteruskan ke Pendamping Kecamatan dan Terakhir ke Pendamping Lokal Desa sebagai petugas pengisi kuisioner.

Sampai saat ini per tanggal 27 April 2018 data yang sudah masuk dalam rekap nasional adalah 54.08 % dengan jumlah 40.541 desa dan akan terus bertambah sampai waktu launching data IDM ini ditentukan.

Sesi paparan pada acara ini diisi oleh Dr. Ivanovich Agusta selaku Advisor Menteri Desa PDTT yang memaparkan tentang Pengukuran Perkembangan Desa.

Dr. Ivanovich Agusta mengapresiasi kinerja pendamping yang dalam hal ini berperan sebagai ujung tombak pengukuran Status Perkembangan Desa yang dalam waktu kurang dari 2 (dua) bulan sudah dapat melaksanakan dan mengumpulkan data sebesar 54.08 %.

Dijelaskanya, bahwa untuk mempercepat peningkatan status desa, prioritas kegiatan pembangunan perlu disusun berurutan sebagai berikut: kegiatan pembangunan ekologi; kegiatan pembangunan ekonomi; kegiatan pembangunan sosial.

Paparan kedua disampaikan oleh Dr. Suprapedi Direktur Pendayagunaan Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Ditjen PPMD yang memaparkan tentang Potret Perkembangan Desa.

Dr Suprapedi menjelaskan bahwa Indeks Desa Membangun (IDM) dapat membantu mengetahui RPJMN pencapaian sasaran strategis 2000 desa mandiri dan 5000 desa berkembang dan  Indeks Desa Membangun (IDM) juga dapat dijadikan Desain Program dan Kegiatan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Acara ditutup secara simbolis Sabtu(28/04/2018) oleh Dr. Suprapedi mewakili Sesdirjen PPMD yang  mengharapkan kerja pengumpulan data ini dapat direalisasikan dengan sistem aplikasi online yang didalamnya dapat mempermudah analisa dan perencanaan progres pembangunan desa-desa di seluruh Indonesia.(KI-01)