Polres Trenggalek Sosialisasi Berlalulintas saat Gelar Ethnic Carnival

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Kirab Budaya Ethnic Carnival  yang digelar Polres Trenggalek di Alun-alun bersamaan dengan Car Free Day (CFD) dimanfaatkan oleh jajaran Satlantas untuk mensosialisakan tertib berlalulintas kepada seluruh pengunjung, Minggu (29/04/2018).

Dengan menggunakan pakaian tradisional, beberapa personel Satlantas yang berbaju adat ini terlihat membagikan brosur kepada sejumlah pengunjung yang memadati tenda di tengah alun-alun Trenggalek. Tak hanya itu, disebelah barat panggung utama disediakan pula photo booth lengkap dengan asesoris unik berwarna biru cerah.

“Kebetulan sejak tanggal 26 April hingga 9 Maret 2018, Polres Trenggalek melaksanakan operasi Patuh Semeru 2018. Jadi kita kemas sedemikian rupa sehingga masyarakat yang hadir bisa mendapatkan hiburan sekaligus edukasi tertib berlalu lintas,” ujar AKP Ricky Tri Dharma, Kasatlantas Polres Trenggalek.

Dalam acara tersebut ditampilkan pula polisi cilik (Pocil) binaan Satlantas yang pernah meraih juara dalam lomba Pocil tingkat Polda Jatim. Gerakan baris berbaris para Pocil yang patah-patah dan atraktif sangat memukau pengunjung yang hadir. Tak pelak, tepuk tangan terus menggema dalam 10 menit penampilan mereka. Bahkan Kemala Bharitima Astanti Widya Didit , istri Kapolres AKBP Didit BWS yang juga Ketua Cabang Bhayangkari Trenggalek sampai turun dan mengalungkan bunga kepada salah satu perwakilan Pocil.

“Ibu Kapolres yang juga Ketua Cabang Bhayangkari Trenggalek berkenan mengalungkan bunga kepada Pocil kita yang meraih juara di Polda Jatim,” terangnya.

Tak ketinggalan, Polwan Satlantas yakni Bripda Dyah Ayu, Bripda Hanifah dan Bripda Mayla memamerkan keahliannya mensosialisasikan tertib berlalulintas menggunakan bahasa isyarat.

“Kita juga punya tim yang mampu berkomunikasi memakai bahasa isyarat dan bisa diterjunkan untuk masyarakat yang berkebutuhan khusus,” tandasnya.

Kemampuan bahasa isyarat memang menjadi salah satu kompetensi baru yang wajib dimiliki oleh jajaran Satlantas. Tujuannya, untuk membantu masyarakat difabel saat mengalami kesulitan di jalan raya.

“Kita coba memberikan warna dan pendekatan baru di Trenggalek. Dengan kegiatan ini diharapkan tertib berlalulintas juga menjadi budaya masyarakat Trenggalek,” pungkas AKP Ricky. (sup/ham)