Kuli Bangunan Kena Gendam di Bus, Puluhan Juta Melayang

Korban gendam saat di RSM Babat ketika didampingi oleh tenaga medias dan anggota Kepolisian. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN,  KANALINDONESIA.COM; Diduga menjadi korban gendam dalam bus antar kota dalam propinsi, Hendri Sutrisno (28) warga Desa Sumber Rejo Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Hal ini dialami Hendri Sutrisno saat melakukan perjalanan dari Terminal Bus Purabaya Surabaya menuju rumahnya, seusai pulang dari Kalimantan.

Hendri Sutrisno pulang ke Blora setelah hampir enam bulan bekerja di Kalimantan sebagai kuli bangunan, dan mendapatkan kesempatan pulang untuk bisa menemui keluarganya. Sesampai di Surabaya, Ia kemudian naik bus melalui terminal bus Purabaya atau yang lebih dikenal dengan Bungorasih tersebut menuju arah Bojonegoro yang kebetulan tidak terbilang penuh. Kendati demikian, tempat duduk pun banyak yang ditempati penumpang mulai dari terminal yang dulu terbesar di Indonesia tersebut.

Sejak dari Terminal Bungorasih tersebut dia mendapatkan teman baru yang sebelumnya tidak dikenalnya. Tidak ada yang aneh dan membuat Hendri curiga pada sikap kedua teman barunya tersebut. Mereka bertiga ngobrol layaknya teman lama yang sudah puluhan tahun tidak ketemu. Sesampai di Lamongan Hendri ditawari roti oleh kedua teman barunya tersebut.

“Saya masih ingat di sekitar Lamongan, kedua orang itu memberi saya roti. Setelah makan roti tersebut kepala saya pusing, mual dan muntah,” ujarnya, ketika Kanalindonesia.com menyambanginya di RS Muhammadiyah Babat, Minggu (29/4/2018).

Menurut Bripka Purnomo anggota Polsek Babat, korban diantarkan dua orang yang tidak dikenal turun dari bus dalam keadaan tidak sadarkan diri ke Rumah Sakit Muhammadiyah Babat. Korban dimasukkan ke dalam ruang IGD untuk menerima pemeriksaan lebih lanjut.

Saat diperiksa di ruang IGD tersebut, kedua pelaku berpamitan kepada petugas jaga Rumah Sakit untuk pulang terlebih dahulu sekaligus mengabari keluarganya. Segala barang milik korban dibawa serta oleh pelaku, diantaranya sebuah HP dan uang 50 Juta. Tidak ada sedikit pun rasa curiga pada petugas Rumah Sakit terhadap kedua pelaku tersebut sehingga kepergiannya tanpa dihalang-halangi.

Setelah sadar, korban dibawa ke Pos Polisi Lalu Lintas yang berada di Pasar Babat untuk dimintai keterangan. Setelah dianggap cukup keterangan yang diberikan kepada anggota Polisi, Bripka Purnomo dan beberapa anggota Polisi yang bertugas memberikan uang untuk digunakan korban pulang ke Blora.(omdik/fer)