Kemampuan Siswa SLB Di Trenggalek Memainkan Alat Musik Gamelan

sejumlah siswa SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek tampak menguasai memainkan alat musik gamelan

TRENGGALEK,  KANALINDONESIA. COM: Memainkan alat musik gamelan bukan hanya bisa dilakukan bagi orang – orang pada umumnya, melainkan sejumlah penyandang tunanetra dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek terlihat mahir memainkan alat musik Jawa ini.

Mempunyai keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang seseorang untuk berkreasi dan berprestasi. Terlebih bagi siswa yang duduk di bangku SMALB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek. Sebanyak 15 siswa tunanetra terlihat menguasai permainan alat musik tradisional gamelan.

Tak perlu diragukan lagi, permainan musik dan suara yang dihasilkan pun cukup indah didengar. Untuk bisa memainkan berbagai alat musik tersebut, para penyandang tunanetra ini tidak membutuhkan ketrampilan dan ketelatenan khusus. Hanya saja, perlu ketelatenan dan kesabaran dalam mempelajari notasi dan posisi alat musik yang dimainkan.

Dikatakan Kepala Sekolah SLB Kemala Bhayangkari 1 Trenggalek, hingga saat ini kelompok karawitan SLB ini sudah piawai memainkan puluhan lagu – lagu Jawa. Tak hanya itu, mereka juga bisa berimprovisasi dengan memainkan beberapa jenis musik.

“Kelompok karawitan Yayasan Kemala Bhayangkari ini tidak hanya pemainnya saja yang tunanetra, namun dua orang sinden atau penyanyinya juga penyandang tunanetra. Dan mereka sudah sangat piawai memainkan lagu – lagu Jawa serta beberapa jenis musik lainnya,” terang Pardiono, saat dikonfirmasi, Senin (30/04/2018).

Kemampuan para penyandang disabilitas ini juga sekaligus bertujuan melestarikan kebudayaan Jawa yang ada sejak ratusan tahun lalu.

Anak-anak tunanetra ini dirasa sangat peka terhadap bunyi utamanya seni suara, sehingga mereka akan lebih cocok untuk bermain alat musik seperti ini. Ini sebetulnya adalah pengembangan, karena sebelumnya sebagian dari mereka juga sudah mahir bermain electone.

“Rencananya pihaknya juga akan mengembangan kesenian tradisional ini kepada siswa kebutuhan khusus yang lain, utamanya penyandang tunadaksa. Potensi tunadaksa dinilai juga tepat untuk bermain musik tradisional, ” imbuhnya.

Masih terang Pardiono, para siswa dinilai cukup antusias untuk belajar dalam ketrampilan memainkan alat musik gamelan. Bahkan saat ketrampilan mereka mulai terasah, proses improvisasi yang dilakukan juga lebih cepat. (mil)