Sinergitas Forkopimcam Bungkal Bersama Tiga Pilar Desa Bancar dan Desa Bedikulon

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Anggota Polsek Bungkal mendatangi rumah Ginem warga Dukuh Nglodo, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal guna melakukan musyawarah bersama dengan perwakilan warga Duku Mayi, Desa Bedi Kulon, Bungkal terkait bau yang ditimbulkan dari limbah pabrik tahu milik Ginem.

Warga Dukuh Mayi, desa Bungkal merasa resah dengan limbah pabrik tahu milik Ginem yang dibuang ke sungai.

Kedatangan warga tersebut, bukan yang pertama, karena sebelumnya pernah diadakan pertemuan di Polsek Bungkal pada tahun 2016, yang menghasilkan kesepakatan, pihak pemilik pabrik tahu bersedia membuat tiga safiteng untuk mengurangi bau air limbah yang dibuang kesungai.

Pada pertemuan tersebut, dihadiri dua orang perwakilan warga Dukuh Mayi yaitu  Hanafi dan Sucipto, Katiman Seksi Kasitranstibun Kecamatan Bungkal, Danramil Bungkal Kapten Arm Heri Susanto, Kapolsek Bungkal AKP Joko Suseno dan Kades Bedi Wetan Lukmanul Hadi beserta Kades Bancar Pamuji serta  Bhabinkamtibmas dan Babinsa Desa Bancar / Bedikulon.

Hanafi dan Sucipto perwakilan warga Dukuh Mayi, Desa Bedikulon berharap agar pemilik pabrik tahu segera membuat tiga safiteng sesuai kesepakatan di Polsek tahun lalu dan pelaksanaanya sudah selesai sebelum lebaran tahun ini.

“ Usaha monggo, silahkan yang penting baunya tidak meresahkan orang lain, “ucap Sucipto.

Selama ini Bhabinkamtibmas Desa Bancar dan Bedikulon setiap sambang memberikan arahan dan solusi jalan keluar jangan sampai warga yang terdampak limbah pabrik tahu tersebut berbuat anarkis.

“Dari pertemuan tersebut, berhasil mengambil kesepakatan, pihak pemilik pabrik bersedia membuat pengolahan limbah sesuai standart dan prinsip pengolahan limbah cair industri, “tutur Kapolsek Bungkal.(ans)