Pilih Tak Teruskan Sekolah, Bocah 8 Tahun Rawat Ibunya Yang Lumpuh

Ardiansyah bersama ibunya ketika disambangi Bripka Purnomo dan Komunitas sosial di rumahnya. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Usia anak-anak adalah masa mereka bermain dan mendapatkan kasih sayang dari orang tua. Mereka sepatutnya mendapatkan sentuhan lembut dan menikmati masa kanak-kanak yang tak mungkin terulang seumur hidup.

Namun, tidak semua anak-anak merasakan indahnya masa-masa itu. Ketika teman sebayanya dimanjakan orangtua, mereka berjibaku membantu orang tua Bahkan, mereka terpaksa kehilangan masa anak-anak demi membantu keluarganya.

Seperti yang dialami oleh Ardiansyah (8) warga Dusun Kedung, Desa Kandangrejo Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan merelakan dirinya tidak bersekolah hanya untuk merawat ibunya bernama Fitri Wulandari yang tergolek di tempat tidur karena lumpuh semenjak lima tahun lalu.

“Saya tidak tega meninggalkan ibu sendirian di rumah, karena ibu tidak bisa ambil makan dan minum sendiri. Ibu lumpuh” kata Ardiansyah lirih.

Makanya, lanjutnya, saya memilih tidak bersekolah demi untuk menyuapi makan ibu saat pagi, siang dan sore hari. “Dulunya saya sempat bersekolah dan setiap jam istrirahat sekolah, saya pulang sebentar untuk memberi makan ibu. Tapi karena kasihan, akhirnya saya saat ini memilih untuk menemani ibu di rumah” ungkap Ardi, panggilan Ardiansyah.

Sebenarnya Ardi sehari-hari tinggal bersama Bapak dan Ibunya, namun karena kondisi ekonomi, sang bapak bermana Puryanto (38) harus bekerja keras menjadi buruh tani untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, sehingga sang ibu yang lumpuh tidak ada yang menjaga.

“Saya  tidak mampu untuk membawa istri saya ke rumah sakit untuk berobat, karena sudah tidak memiliki biaya. Sejumlah kambing sebelumnya sudah saya jual untuk berobat, tapi hingga saat ini belum ada perubahan” jelas Puryanto, orang tua Ardi.

Menurutnya, penghasilan buruh tani hanya cukup untuk kebutuhan makan keluarga mengingat tidak setiap hari pekerjaan tersebut ada. “Kadang beberapa terpaksa nganggur karena memang tidak ada warga yang membutuhkan buruh tani” terang Puryanto yang menyebutkan istrinya mengalami lumpuh semenjak lima tahun lalu.

“Kami berharap Ardi tetap bersekolah. Kita akan membelikan sepeda agar dia bisa pulang sejenak saat jam istirahat pelajaran, sehingga dia tetap bisa  memantau atau memberi makan dan  minum ibunya” ungkap Bripka Purnomo, salah seorang anggota Berkas serius.

Di sisi lain, salah seorang guru SDN Kandang Rejo, Abdul Ro’uf, menjelaskan Ardi saat ini sebenarnya siswa kelas V, dan beberapa bulan terakhir tidak masuk sekolah demi sang ibu.

“Kami sudah beberapa kali mendatangi Ardi untuk mengajak kembali masuk sekolah, namun karena kasihan sama ibunya, Ardi belum bisa memenuhi ajakan kami. Dan semoga setelah mendapat dukungan penyemangat dari beberapa pihak, Ardi tergugah untuk melanjutkan sekolahnya” tegas Abdul Ro’uf yang merupakan Guru Pendidikan Agama di SDN Kedung Rejo tersebut.(omdik/fer)