SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM: Hari kedua PPKM darurat di Sidoarjo, Tim Satgas gabungan yang di pimpin Wakil Bupati Sidoarjo H.Subandi yang di dampingi oleh Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusworo Wahyu Bintoro serta Dandim 0816/Sidoarjo Letkol inf Ihwan Nusi, mengecek situasi dan kondisi wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.

Apel pelaksanaan ops yustisi tersebut di gelar di pendopo Kabupaten Sidoarjo, pada (04/7/2021) malam, adapun target wilayah yang akan di tuju adalah Kecamatan Wonoayu dan Krian.

Usai memeriksa situasi seputar kota Sidoarjo, Tim bergerak menuju Wonoayu, sampai di simpang tiga embong malang, satgas terhenti sejenak karena melihat beberapa warkop dan pedagang kaki lima yang masih buka (pada pukul 21.00).

Di lokasi, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusworo turun dan mengingatkan para PKL dan warkop yang masih buka.

“Bapak ibu, supados tutup riyen, nggeh, meniko sampun jam 9, amargi melanggar aturan PPKM, (Jawa-red), bapak ibu supaya tutup sementara ya, sekarang sudah jam 21.00, ini sudah melanggar aturan jam malam,” ujar Kapolresta mengingatkan warga dengan santun.

Tim segera melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Krian, sepanjang perjalanan menuju obyek razia, jalanan mulai lengang. Pertanda masyarakat sudah berada di dalam rumah.

Sampai di pasar krian, Tim sidak ke pasar dan masuk area Stasiun Krian.

Di Stasiun Krian para pucuk pimpinan Instansi Pemerintah tersebut menyaksikan sendiri, kalau di rel kereta, stasiun Krian banyak di temukan penyakit masyarakat ( WTS yang sedang menjajakan dirinya), tak hanya itu, Tim juga mengamankan sejumlah alat judi dingdong dan seperangkat alat judi dadu.

Kepada wartawan, Wakil Bupati Sidoarjo H.Subandi mengatakan,” kami harapkan, Forkopimda Sidoarjo terus bersinergi untuk melakukan sidak, tujuannya untuk memutus mata rantai virus korona, saat ini banyak warga yang meninggal karena korona, dan IGD Rumah Sakit pun juga pada over load,” ujar Wabup.

Pihaknya menekankan kepada Forkopimka Krian, untuk sering menggelar sidak terutama di obyek vital. Seperti halnya yang dilakukan Bu Risma untuk menutup lokalisasi Dolly.

“Kalau ini di biarkan terus, Dolly di tutup ternyata pindah di Sidoarjo, ini jangan sampai,” tandas Wabup.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusworo Wahyu Bintoro menyampaikan, pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan, terutama di masa PPKM darurat ini.

“Di hari kedua berlakunya PPKM darurat ini kita melakukan penegakan, jadi pukul 20.00 kegiatan masyarakat harus segera berhenti kecuali sektor essential. Ini tadi, di Krian, masih kita temukan masyarakat yang melanggar ketentuan, selanjutnya akan kita tindak sesuai aturan yang berlaku,” kata Kapolres.

“Di harapkan setelah tanggal 20 nanti, angka penyebaran dan yang terpapar Covid-19 di Sidoarjo segera menurun,”pungkas Kombespol Kusworo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here