Desa Karangagung, Susun Perdes Untuk Tangkal Narkoba

KANALINDONESIA.COM : Maraknya peredaran obat-obatan terlarang di Desa Karangagung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban sungguh meresahkan masyarakat. Hal itu memancing reaksi masyarakat untuk menggerebek rumah bandar penjual barang haram tersebut.

Bukan hanya itu pihak Desa Karangagung menyusun peraturan desa (Perdes) anti narkoba. Kepala Desa Karangagung, Murto menuturkan, bahwa di wilayahnya bandar penjual pil jenis daftar G tak boleh diperjualbelikan secara bebas (red : carnophen) beredar bebas di Desanya. Bahkan, Murto menyebut, jual beli pil carnophen di wilayahnya nyaris sama dengan jual beli kacang goreng.

“Kami sudah mengajukan Perdes kepada Kabag Hukum Pemkab. Apabila nanti disetujui, maka akan ada sanksi kepada para bandar,” ungkapnya.(18/9/2016)

Sanksi yang tercantum dalam draf Perdes, di antaranya memperingatkan hingga mengusir bandar carnophen dari wilayah desa tersebut. Munculnya Perdes, kata Murto merupakan aspirasi warganya yang merasa resah akibat perdaran obat-obatan terlarang tersebut.

Baca:  PGIW Jawa Barat Gelar Doa Khusus Papua

“Kalau memang nanti ada bandar yang ada di situ, hukumannya dia harus disingkirkan dari Karangagung,” tegasnya.

Selain membentuk Perdes, Murto memasang banner di pojok-pojok jalan desa berisi kampanye anti narkoba. Saat ini, sudah ada warga yang memasang tulisan di papan triplek dan dipasang di pintu masuk gang bertuliskan, ‘Karnopen Tutup. Kapan buka Diuser Teko Karangagung.

“Tulisan itu dipasang warga sendiri karena sudah resah dengan adanya peredaran narkoba,” katanya.

Adapun reaksi warga meluapkan keresahannya dilakukan dalam bentuk menggerebek rumah-rumah bandar pil carnophen. Dari hasil penggerebekan, mereka menyita 3115 pil dan uang sekitar Rp 500.000. Pil dan uang tersebut diserahkan kepafa polisi.

Baca:  Said Aldi Al-Idrus: BKPRMI Harus Jadi Benteng Terdepan Umat Islam

“Kesepakatan dalam musrembang Desa Karangagung, warga siap memerangi narkoba,” ujarnya.(reg/elo)