Kapolres Lamongan: Mayday di Lamongan Adalah Hari Yang Menyenangkan Bagi Buruh

Kapolres Lamongan ketika ikut hadir dalam dialog dan bagi-bagi hadiah bersama serikat buruh di Disnakertrans Lamongan. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Perayaan Hari Buruh Internasional  yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2018 ini berbeda dari biasanya. Kebanyakan di kota-kota lain merayakan mayday dengan melakukan konvoi atau bahkan unjuk rasa. Namun, para buruh di Lamongan mengisi peringatan tersebut dengan berdialog dan bagi-bagi hadiah.

Dialog antara para serikat pekerja dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lamongan dan Asosiasi Pengusaha Indonesia Lamongan dengan mangambil tema Sinergitas Pemerintah, Pekerja dan Pengusaha demi Lamongan yang lebih Sejahtera.

Dalam dialog yang digelar di gedung Balai Latihan Kerja Disnaker Lamongan ini, diikuti oleh beberapa serikat buruh diantaranya dari SPSI, Kahutindo, SPN. Pada kesempatan tersebut, perwakilan dari masing-masing serikat berkesempatan menyampaikan aspirasinya.

Seperti yang diungkapkan oleh Hari wahyono, Ketua DPC SP Kahutindo Kabupaten Lamongan, mereka menginginkan dilakukan survey ulang KHL (Kebutuhan Hidup Layak). Sebab, menurutnya survey yang dilakukan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia Lamongan dianggap masih belum sesuai dengan realita di lapangan, sehingga upah dan kesejahteraan buruh masih kurang.

“Jadi teman-teman sudah melakukan uji coba melakukan survey di pasar tradisional, itu pun kami carikan harga yang standar, dan ternyata hasilnya masih di atas 2 jutaan, meskipun tidak sampai 2 juta setengah,” ucapnya.

Untuk itu mereka menginginkan, pada tahun depan upah buruh dinaikan pada angka 2,5 juta, sesuai dengan standar KHL di Kabupaten Lamongan. “Kami harap untuk disparitas upah jangan terlampau jauh dengan ring 1,” ujarnya.

Acara dilanjut dengan bagi-bagi hadiah. Kapolres Lamongan AKBP Feby D. Hutagalung dan Wakil Bupati Lamongan Kartika Hidayati memberikan beberapa pertanyaan, lalu siapa yang bisa menjawab maka para buruh langsung diberi hadiah. Sedikitnya lebih dari 28 hadiah disiapkan untuk diberikan kepada buruh di Lamongan.

Sementara itu Kapolres Lamongan, AKBP Feby D. Hutagalung ketika ditemui awak media ini mengatakan kegiatan dengan kegiatan ini memiliki slogan Mayday Is Funday yang artinya hari buruh diisi dengan senang-senang bukan membikin permasalahan.

“Satu hari yang disediakan untuk buruh ini harus diisi dengan senang gembira,” kata AKBP Feby.

Lebih lanjut Kapolres Lamongan mengharapkan, Kabupaten Lamongan menjadi contoh Kabupaten maupun kota lain agar menciptakan kedamaian saat memperingati Mayday. Hal ini tentunya berdampak positif bagi masyarakat maupun buruh itu sendiri.(omdik/fer)