Pemkab Lamongan Dorong Masyarakat Bangun Bank Sampah Untuk Bayar BPJS

Bupati dan Wakil Bupati Lamongan dalam acara pencanangan LGC 2018. Foto:omdik_kanalindonesia.com
Bupati dan Wakil Bupati Lamongan dalam acara pencanangan LGC 2018. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Pemerintah Desa Sidorejo Kecamatan Lamongan berinisiatif agar semua warganya bisa tercover Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Caranya, menggunakan sampah untuk membayar iuran premi Program JKN.

Ini adalah salah satu bagian dari terobosan yang dilakukan Pemkab Lamongan untuk menuntaskan target capaian 100 persen Universal Health Coverage (UHC) pada akhir tahun 2018.

Peluncuran program Bank Sampah untuk untuk membayar iuran premi Program JKN ini dilakukan kemarin oleh Bupati Fadeli di Desa Sidorejo, bersamaan dengan program Lamongan Green and Clean (LGC) 2018.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan, Bank Sampah untuk premi JKN ini akan diperluas ke seluruh Bank Sampah yang ada. Saat ini terdapat 900 unit bank sampah di Lamongan dan ditargetkan bisa menjadi 1.000 unit di akhir 2018.

Secara teknis, setiap kali warga mengirimkan sampahnya ke Bank Sampah, hasil perolehannya akan di auto debetkan untuk pembayaran iuran premi JKN. Peningkatan jumlah unit Bank Sampah ini juga menjadi bagian untuk pencapaian pengelolaan sampah dengan reduce, reuse dan recycle (3R) menjadi 50 persen untuk kawasan kota dan 20,5 persen di seluruh kabupaten.

Saat ini capaian 3R  Lamongan di kawasan kota sebesar 48,5 persen dan 19,9 persen di seluruh kabupaten. Sebanyak 17.251 kader lingkungan akan menjadi bagian untuk menyukseskan program ini.

Sementara itu, komitmen untuk penuntasan target UHC itu oleh Bupati Fadeli sudah diperintahkan agar ditindaklanjuti di level kecamatan. Seperti Kecamatan Lamongan yang memulai melakukan komitmen penuntasan bersama  kades, lurah dan setempat.

Menurut Camat Lamongan Etik Sulistyani, baru 73,75 persen penduduk Kecamatan Lamongan yang tercover JKN. Yakni dari sebanyak 67.552 jiwa penduduk Kecamatan Lamongan, sebanyak 49.818 jiwa yang sudah tercover UHC JKN, dan sisanya 17.734 jiwa atau 26,25 persen belum.Rinciannya, dari 17.734 jiwa yang belum tercover UHC, 14.301 jiwa diantaranya bisa dengan pembiayaan mandiri karena termasuk yang mampu. Sedangkan sisanya sebanyak 3.434 jiwa kurang mampu.

Sekkab Yuhronur Efendi yang hadir dalam pencanangan UHC tersebut menyebutkan saat ini dari 1.354.119 warga Lamongan, sebanyak  61,48 persen sudah tercover JKN, atau 825.989 jiwa.

“Pak Bupati sudah mencanangkan 100 persen UHC di akhr tahun 2018. Salah satu upayanya Seperti yang dilakukan oleh Kecamatan Deket. Sisa warganya yang belum tercover UHC dibiayai oleh Bank Sampah, “ kata dia.(omdik/fer)