6 Desa Kategori Rawan, Dijaga Polisi 885 Personel, Jelang Pilkades Serentak

ilustrasi

KANALINDONESIA.COM : Jelang pemilihan kepala desa (pilkades) serentak Kabupaten Mojokerto pada 21 September 2016, Polres Mojokerto melakukan pemetaan, dari hasil pemataan ada 6 desa yang masuk kategori rawan. Maka dari itu Polres Mojokerto mempersiapkan 885 personel polisi untuk pengamanan.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto, Iptu Suyono menuturkan, ketika pada awal September lalu, polisi memang masih memetakan satu desa yang masuk kategori rawan. Namun dari hasil pantauan, ada enam desa yang rawan.

“Enam desa itu tentu perlu diamankan, meskipun kami juga tetap memantau desa lain yang ikut pilkades,” ungkap Suyono.(18/9/2016)

Adapun keenam desa itu adalah Desa Temon di Kecamatan Trowulan, Desa Sawo di Kecamatan Kutorejo, Desa Awang-awang di Kecamatan Mojosari, Desa Banjartanggul di Kecamatan Pungging, Desa Belahan Tengah di Kecamatan Mojosari, dan Desa Pacing di Kecamatan Bangsal. Dia menilai, meningkatnya jumlah wilayah rawan disebabkan karena beberapa faktor.

Baca:  Ini Cara TNI Dan Polairut Mencegah Radikalisme

“Itu seperti jumlah pemilih yang cukup banyak, lalu ada latar belakang masalah politik masa lalu, serta adanya tokoh parpol ataupun LSM yang kritis,” tegasnya.

Untuk mengamankan pilkades serentak nanti, terutama di enam desa yang rawan, polisi akan mengerahkan 885 personel gabungan dari Polres Mojokerto, Satpol PP dan Linmas. Selain itu juga akan dibantu personel dari polres tetangga seperti Polres Jombang, Gresik, Pasuruan, Lamongan dan Sidoarjo.

Ada 36 desa di Kabupaten Mojokerto yang akan melaksanakan pilkades serentak 21 September nanti. Sedikitnya 107 calon kades akan bertarung dalam pesta demokrasi itu. Seharusnya, pilkades serentak digelar di 39 desa. Namun, tiga desa lainnya terpaksa ditunda karena belum memenuhi syarat minimal jumlah calon kades. Tiga desa itu adalah Desa/Kecamatan Puri, serta Desa Kemasantani dan Dilem, Kecamatan Gondang.

Baca:  Bupati Hadiri Sumenep Mengukir dan Produk Ukiran Karduluk

Pilkades di Desa Puri ditunda pada 10 Oktober, sedangkan Kemasantani dan Dilem pada 9 Oktober. Selain pilkades serentak, tahun ini Kabupaten Mojokerto juga menggelar pilkades pergantian antar waktu (PAW) di 10 desa, karena kadesnya meninggal dunia dan menjadi terpidana. Ke-10 desa itu adalah Desa Kuripansari, Desa Cempokolimo, Desa Pungging, Desa Sumbertanggul, Desa Pekukuhan, Desa Karangdiyeng, Desa Gemekan, Desa Jambuwok, Desa Terusan dan Desa Gunungsari.

“Untuk pilkades PAW di empat desa sudah selesai akan kami lantik pekan depan. Sedangkan enam desa lainnya dalam proses,” tutur Rachmat Suharyono, Kabag Pemerintahan Pemkab Mojokerto.(elo)