Puluhan Eks Tambang Galian C Banyak Menelan Korban Jiwa, Petinggi Partai Desak DPRD Gresik Serius Menyikapinya

GRESIK, KANALINDONESIA.COM: Menjamurnya eks tambang galian C yang dibiarkan tidak direklamasi kembali membahayakan masyarakat di Kabupaten Gresik menjadi atensi khusus petinggi partai di Kabupaten Gresik.

Mereka mendesak DPRD Gresik agar serius menyikapi banyaknya eks tambang tak direklamasi sehingga banyak menimbulkan korban jiwa.

Ketua DPD Golkar Kabupaten Gresik, H. Ahmad Nurhamim. Dia juga mengaku bahwa Golkar sangat konsen mengawal kasus eks tambang di Kabupaten Gresik yang terus-terusan menelan korban jiwa.” Harus itu, DPRD harus turun tangan. DPRD memiliki otoritas untuk intervensi karena pemilik wilayah meski pasca keluarnya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, tentang pemerintah daerah(Pemda) tambang menjadi wewenang pemerintah pusat dan provinsi,” kata Nurhamim Kamis (3/5/2018).

Nurhamin, soal eks tambang yang telah menewasakan korban jiwa akibat kelalaian atau bahkan unsur kesengajaan, saat ini bolanya ada di penegak hukum dan DPRD Gresik yang memiliki tugas dan fungsi pengawasan.” Sekarang tinggal aparat kepolisian saja, mau mengusut atau tidak.

Golkar sendiri lanjut Nurhamim setelah mendengar Wakil Ketua DPRD Gresik Nur Qolib akan menggelar rapat gabungan, sangat apresiatif mendengarnya.” Saya kira bukan hanya saya. Semua masyarakat pasti memiliki harapan sama,” jelas mantan Wakil Ketua DPRD Gresik tersebut.

Masyarakat kabupaten Gresik, khususnya mereka yang tinggal di wilayah dekat eks tambang selalu dibuat was-was dengan keberadaan eks tambang pasca ditambang, ditinggalkan begitu saja tanpa dilakukan reklamasi.

Kondisi eks tambang, tegas Nurhamim sangat membahayakan. Ada eks tambang yang memiliki kedalaman hingga 20-40 meter dari badan jalan, seperti sejumlah eks tambang di wilayah Gresik selatan.

Eks tambang tersebut kalau sudah tiba musim hujan akan penuh dengan air.” Tenggelamnnya pembina Pramuka dan siswanya di Desa Pantenan, Panceng, 6 santri pondok pesantren(Ponpes) Mambaus Sholihin Suci, Manyar dan bocah SD di Desa Sukorejo Sidayu sehingga mengakibatkan korban tewas itu bukti ada unsur kelalaian pemilik tambang tak lakukan reklamasi. Padahal itu menurut UU sifatnya wajib.

Karena itu, tidak ada alasan kalau DPRD Gresik tidak mengusut tuntas kasus eks tambang di Kabupaten Gresik yang mayoritas tak dilakukan reklamasi.” Golkar Gresik akan memerintahkan secara khusus anggota FPG agar mengawal kasus eks tambang,” pungkasnya. (lan)