Ops Patuh Semeru 2018, Pelanggar Lalulintas  di Trenggalek Didominasi Pelajar

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Memasuki hari ke delapan paska berlangsungnya Operasi Patuh Semeru 2018 yang 80 persennya mengedepankan penindakan, jajaran Satlantas Polres Trenggalek menemukan pelanggaran lalulintas sebanyak 701 dan rata-rata masih didonminasi oleh kalangan remaja atau pelajar.

Dari total jumlah pelanggaran dan yang sudah dilakukan penindakan tegas berupa tilang terdiri dari, sepeda motor sebanyak 637, mobil penumpang 36, mobil barang 28. Sedangkan pelanggaran meliputi, tidak  memakai helm 161, melawan arus 6, main HP, 1, dibawah umur 67, tidak menggunakan sabuk pengaman 37 dan pelanggaran lain seperti kelengkapan berkendara sebanyak 429.

“ Satlantas Polres Trenggalek mencatat pelanggaran terbanyak didominasi kalangan remaja atau pelajar. Hal ini agar menjadi perhatian serius, khususnya para orang tua dan pihak sekolah untuk melarang putra-putrinya berkendara motor sebelum cukup umur,’’ ucap Kasatlantas Polres Trenggalek AKP Ricky Tri Dharma, Kamis (3/5/2018).

Menurutnya, sampai hari ke delapan razia dengan sandi ‘Operasi Patuh Semeru 2018’ yang digelar selama 14 hari dan di mulai pada 26 April hingga 9 Mei 2018, total pelanggaran sebanyak 701 telah di temukan. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat di Kabupaten Trenggalek tentang tertib berlalulintas masih minim.

“ Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh jajaran Satlantas guna menekan pelanggaran dan angka kecelakaan lalulintas. Seperti, sosialisasi di sekolah-sekolah, medsos, himbauan langsung atau pembagian brosur atau stiker dan bener yang intinya tentang tata tertib lalulintas,’’jelasnya.

Ditambahkan Ricky, tindakan tegas yang dilakukan petugas dengan sanksi tilang ini selain memberikan efek jera, juga untuk keselamatan serta salah satu cara untuk menyelamatkan generasi bangsa. Karena menurut catatan Satlantas Polres Trenggalek jumlah pelanggaran didominasi para remaja atau pelajar

“ Kami himbaukan, khususnya para pelajar yang belum cukup usia dan belum memiliki SIM, jangan berkendara motor. Ini semua demi keselamatan, mintalah di antar orang tua jika mau sekolah atau naik mobil angkutan sekolah yang di sediakan pemerintah dengan gratis,’’pungkasnya . (sup/ham)