Kades Sumberwudi Disinyalir Ikut Bermain Dalam Pengisian Perangkat Desa

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Pengisian satu formasi jabatan perangkat Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan, Jawa Timur diduga sarat permainan. Sang Kades, M. Syakuri S.E ditengarai ingin memuluskan salah satu calon yang turut dalam pengisian perangkat tersebut.

Informasi yang dihimpun, satu posisi jabatan perangkat desa yang kosong tersebut adalah Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Untuk pengisian satu posisi tersebut, terdapat 4 orang calon.

Salah satu orang tua salah satu calon Kasi Kesra yang gagal mengatakan, sebelum pelaksanaan tes, dirinya sudah tidak yakin dengan anaknya bisa lolos dalam tes tersebut karena Kepala Desa Sumberwudi sepertinya sudah memiliki calon jadi. Bahkan ada salah satu warga yang selama ini aktif membantu menjadi tenaga teknis di kantor desa pun berhasil disingkirkan.

“Saya sudah menduga, kalau Kades akan bermain dalam pengisian perangkat ini. Jangankan anak saya yang tidak pernah aktif di desa bisa lolos, yang setiap kesempatan aktif membantu administrasi desa saja disingkirkan,” ujar warga tersebut.

Soal indikasi permainan ini, juga dibenarkan oleh Ir. Syukuri, salah satu anggota BPD Sumberwudi. Dia mengatakan permainan ini terbaca masyarakat bagaimana Kepala Desa Sumberwudi melanggar beberapa aturan.

Ada Permendagri No 64 Tahun 2017 tentang Perubahan Permendagri Nomor 83 Tahun 2015, pada Pasal 7 ayat 3 disana dikatakan bahwa pengisian jabatan perangkat desa yang kosong paling lambat 2 (bulan) sejak perangkat desa berhenti (purna). Sementara purnanya salah satu perangkat Desa Sumberwudi itu pada tahun 2016 dan bahkan dipertegas dengan adanya SOTK pada awal Tahun 2017.

Semakin menguatnya tudingan indikasi permainan itu semakin terlihat ketika dalam RAPBDES yang dibahas dan diputuskan menjadi APBDES 2017 pada akhir tahun 2016, APBDES Sumberwudi Tahun 2017 sudah menuangkan pokok anggaran kegiatan untuk pengisian perangkat desa  serta tahun 2017 itu pula sudah turun Perbup tentang pengisian perangkat desa namun tidak dilaksanakan pula.

“Ini jelas-jelas permainan, banyak aturan yang dilanggar, bahkan di Tahun 2017 itu  Perbupnya turun sampai dua kali karena ada perubahan. Sementara pelaksanaan pengisian perangkat di desa yang lain sudah dilaksanakan di tahun 2017,” kata Syukuri.

Menurut pantauan awak media ini, pada hari Kamis (3/5/2018), Panitia penjaringan perangkat Desa Sumberwudi mengadakan ujian bagi empat calon yang lolos seleksi administrasi. Mereka adalah Makhrus Hadi, Fitriatun, Muhammad Husen dan Isa Musahadah. (Fer)