Ini Alasan Karyawan Garuda Mogok

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Serikat Karyawan Garuda (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) mengancam akan melakukan mogok kerja akibat kinerja dan masalah internal di tubuh perusahaan PT. Garuda Indonesia Tbk (Persero).

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Sekarga Ahmad Irfan Nasution dan Captain Bintang Hardiono selaku Presiden APG dalam pernyataan pers kepada Kanalindonesia.com di Jakarta, Kamis (03/05/2018).

Ketua Umum Sekarga Ahmad Irfan Nasution dan Captain memaparkan terdapat 5 kesalahan yang berakibat terjadi kegagalan manajemen PT. Garuda Indonesia:

  1. Kegagalan dalam perubahan sistem penjadwalan crew yang diimplementasikan pada Bulan November 2017, sehingga terjadi pembatalan dan delay penerbangan. Ini tanggung jawab Direktur Marketing dan Teknologi Informasi.
  2. Jabatan Direktur Kargo sangat tidak diperlukan karena sebelumnya unit kargo hanya dipimpin pejabat setingkat Vice Presiden. Garuda Indonesia tidak memiliki pesawat khusus kargo dan direktorat kargo ini tidak meningkatkan pemasukan melainkan meningkatkan biaya organisasi.
  3. Peningkatan pendapatan usaha penjualan tiket penumpang tidak mampu mengimbangi beban usaha karena ketidakmampuan Direktur Marketing dan IT dalam membuat strategi penjualan produk. Ini terlihat pada penurunan rata-rata harga jual tiket penumpang pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2016.
  4. Nilai saham Garuda Indonesia makin merosot dari harga saat IPO tanggal 26 Januari 2012 sebesar Rp 750 per lembar saham, yang saat ini harga penutupan tanggal 25 April 2018 sebesar Rp 293 per lembar saham.
  5. Direktur Personalia banyak mengeluarkan peraturan perusahaan yang bertentangan dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tanpa berunding dengan serikat pekerja, sehingga menimbulkan perselisihan dan berakibat pada suasana kerja yang tidak kondusif sehingga dapat berdampak pada penurunan safety.

“Nama baik perusahaan Garuda Indonesia sudah rusak akibat kebijakan direksi yang salah kaprah. Kondisi ini mengancam kelangsungan Garuda Indonesia,” kata Irfan.

Ia mengajak para karyawan dan karyawati Garuda Indonesia menjaga nama baik Garuda Indonesia demi kelangsungan bisnis perusahaan dengan tetap berkomitmen menjaga keselamatan penerbangan dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

“Kami Serikat Bersama (Sekber) meminta kepada Bapak Presiden dan Menteri BUMN dan Pemegang Saham PT. Garuda Indonesia untuk segera merestrukturisasi jumlah Direksi PT. Garuda Indonesia dari 8 orang menjadi 6 orang dengan berpedoman pada peraturan penerbangan sipil Republik Indonesia serta melakukan pergantian Direksi dengan mengutamakan profesional di bidang penerbangan yang berasal dari internal PT. Garuda Indonesia karena lebih memahami permasalahan yang terjadi di perusahaan,” ungkap Irfan.

Ditambahkan Captain Bintang Hardiono selaku Presiden APG bahwa pihaknya mewakili para pilot Garuda mendukung yang dilakukan Serikat Karyawan Garuda bilamana tuntutan tersebut tidak dipenuhi.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat Indonesia dan seluruh pengguna jasa PT. Garuda Indonesia atas dampak yang akan dialami dari kegiatan mogok tersebut,” tutur Captain Bintang. @Rudi