Tak Ada Gudang Penyimpanan, Ribuan Kotak Suara Terlantar di Halaman KPU Trenggalek

Ketua KPU Trenggalek, Suripto ( baju hijau)

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Tidak disediakannya gudang penyimpanan oleh Pemerintah Daerah, ribuan kotak suara dibiarkan terlantar di halaman Kantor KPU Kabupaten Trenggalek. Hal tersebut dikarenakan, gedung yang menjadi tempat penyimpanan perlengkapan logistik Pemilu diambil alih oleh Pemkab Trenggalek.

Pengambil aliran gudang penyimpanan kotak suara milik KPU oleh Pemkab Trenggalek ini tentu berdampak buruk terhadap keamanan kebutuhan logistik Pemilu.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Suripto membenarkan jika ribuan kotak suara yang akan digunakan untuk Pemilu tahun ini, untuk sementara waktu diletakkan di halaman kantor KPU Trenggalek.

“Sebelumnya kotak suara ini disimpan di salah satu gudang yang ada di Desa Rejowinangun Kecamatan Pogalan atas fasilitasi dari Pemkab Trenggalek. Akan tetapi, tempat penyimpanan tersebut sudah dialihfungsikan menjadi Polsek Kota, sehingga mau tidak mau kotak suara ini harus dibawa ke kantor KPU, ” terangnya saat dikonfirmasi, Jumat (04/5/2018).

Masih terang Ripto, sapaan akrabnya, saat ini pihaknya tidak memiliki gudang penyimpanan kebutuhan logistik. Bahkan anggaran untuk menyewa gedung pun juga tidak ada. Oleh karenanya, untuk sementara waktu pihaknya terpaksa menyimpan ribuan kotak suara ini di halaman kantor KPU Trenggalek.

Lebih lanjut, pihaknya sudah berupaya meminta fasilitasi kantor KPU yang saat ini kondisinya rusak parah kepada Pemkab Trenggalek. Tetapi sampai berita ini diturunkan, KPU menegaskan belum adanya fasilitasi tersebut.

“Untuk persoalan kantor KPU sendiri masih belum ada solusi. Dan fasilitasi gudang dari Pemkab yang sudah kami tempati sejak 2004 lalu, dihibahkan ke instansi lain. Kami pun diminta untuk pindah tempat, ” imbuhnya.

Sangat disayangkan, pengajuan permohonan fasilitasi gudang kepada Pemkab Trenggalek belum mendapatkan respon dari yang bersangkutan.

Pihaknya juga didesak untuk segera pindah dari tempat penyimpanan sebelumnya, hingga sejumlah kebutuhan logistik seperti kotak suara terpaksa dipindahkan ke kantor KPU Trenggalek. Bahkan, kantor KPU yang ditempati saat ini pun milik Pemerintah Provinsi.

“Kami berharap agar Pemerintah Daerah segera merespon pengajuan fasilitasi tempat penyimpanan kebutuhan logistik Pemilu. Agar nantinya segala kebutuhan logistik jelang Pemilu bisa tersimpan dengan baik dan tidak terjadi kerusakan, ” pungkas Ripto. (mil)