Operasi Patuh Semeru 2018 Pacitan, Menindak 400 Pelanggar

PACITAN,  KANALINDONESIA.COM: Operasi gabungan yang digelar Satlantas Polres Pacitan bekerja sama dengan Polisi Militer (PM), DisHub, Kejaksaan dan Pengadilan Negeri yang sudah berlangsung sejak 8 hari ini, telah menindak 400 an kendaraan roda dua dan roda empat yang telah melanggar peraturan lalu lintas.

Dalam operasi Patuh Semeru 2018 ini, paling banyak pelanggar adalah sepeda motor yang tidak melengkapi surat-suratnya.

Operasi Patuh Semeru 2018 gabungan ini dipimpin langsung Kabag Ops Polres Pacitan, Kompol Sukoco dan Kasat Lantas AKP Hendrix K Wardana yang digelar di Terminal Bus Pacitan.

“Kami sudah melakukan kegiatan ini selama sepuluh hari ini dan operasi ini dilakukan secara serentak sesuai instruksi dari Dirlantas Mabes Polri,” terang Kompol Sokoco.

Lebih lanjut Kabag Ops Kompol Sukoco mengungkapkan,”operasi penindakan sidang ditempat ini merupakan inovasi atau terobosan Kasatlantas Polres Pacitan. Tak hanya itu saja, kami juga mendatangkan mubalek untuk tauziah selama masa operasi berlangsung, dengan tujuan agar para pengendara sepeda motor maupun sopir roda empat sadar akan keselamatan jiwa dalam berkendara,” pungkas Kabag Ops Kompol Sukoco.

Kasatlantas Polres Pacitan AKP Hendrix K Wardana menambahkan, ” operasi Semeru 2018 ini kami bekerja sama dengan TNI, Polisi Militer, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Dishub serta Dispenda. Tujuan operasi gabungan ini untuk memudahkan para pengendara jika ada pelanggaran tidak membawa surat-surat atau tidak mempunyai SIM maupun STNK nya yang sudah mati pajaknya serta pelanggaran lain akan di lakukan sidang ditempat dan bisa langsung diproses tanpa menunggu waktu,” ulas Kasatlantas.

Ditambahkannya, rata-rata pelanggaran tidak membawa surat-surat dan tidak memiliki SIM dan selama operasi sepuluh hari ini telah menindak sekitar 400 pelanggar, mayoritas para pelajar yang belum cukup umur untuk membawa sepeda motor.

“Kami juga mengundang tokoh ulama kyai untuk memberikan tauziah kepada para pengendara yang melakukan pelanggaran maupun yang tidak melakukan pelanggaran dengan tujuan agar pengendara lebih berhati-hati dan mentaati peraturan lalu-lintas,” tandas Kasatlantas.

Tak hanya itu saja, makna dari tauziah ini, pengendara juga menjaga keselamatan jiwa seperti menggunakan helm standar, perlengkapan lampu sein sepeda motor dan jangan lupa berdoa sebelum menjalankan kendaraannya dan seperti barusan yang telah terjadi para penumpang menggunakan truk bak terbuka yang tidak layaknya untuk mengangkut penumpang, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan akan membawa korban yang lebih fatal,” ungkap Kasatlantas.

Diberlakukannya sidang ditempat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa denda pelanggaran langsung masuk ke kas negara. Dan besaran denda variatif sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan si pengendara. ( Bc )