IPNU NTB Nilai Wisuda Alternatif Mencegah Korban Saat Kelulusan

MATARAM,  KANALINDONESIA.COM: Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Provinsi Nusa Tenggara Barat menilai Wisuda bagi tingkat pelajar merupakan cara yang alternatif untuk mengurangi bahkan mencegah konvoi dan mencegah korban bagi pelajar yang menerima kelulusan di tingkat pelajar SMA dan MA di Nusa Tenggara Barat.

Hal ini disampaikan oleh Bendahara PW IPNU NTB Pauzan Basri kepada media ini di Mataram, Jum,at (04/05%18).

Setiap tahun korban terus bergulir bagi siswa  yang merayakan kelulusannya di jalanan, sehingga pola kata Jack sapaan akrabnya,  wisuda bagi pelajar SMA sangat cocok diterapkan bagi pelajar Sekolah Negeri di Nusa Tenggara Barat.

“Kalau siswa pada saat kelulusan sangat cocok kita terapkan sistem wisuda bagi pelajar di NTB, Karena ketika diterapkan sistem wisuda, itu secara otomatis siswa yang bersangkutan didampingi oleh orang tuanya masing-masing,”terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat tambah Pauzan, kedepan semoga bisa dilakukan sistem wisuda ini di semua sekolah baik sekolah swasta maupun negeri di Nusa Tenggara Barat. Diyakininya wisuda bagi siswa sangat efektik untuk mengurangi coret-coretan siswa.

“Saya yakin, kalau sistem wisuda diterapkan di semua sekolah di NTB ini, pasti coret-coretan dan konvoi di jalanan mengurang bahkan sampai bisa tidak ada celah bagi siswa untuk melalukan coretan,”tegasnya.

Selain itu Wakil Ketua PW IPNU NTB Yakub menambahkan, pihak sekolah harus seius dalam menanggapi soal coretan yang dilakukan oleh para siswa, karena hal tersebut tidak bisa dianggap biasa. Kendati demikian Yakub berharap aturan semacam wisuda harus ditekan dan dijalankan oleh semua sekolah di NTB.

“Saya sangat oftimis, jika dengan sistem wisuda diterapkan oleh semua sekolah saat pengumuman kelulusan, pasti tidak ada korban di jalanan dan siswa tidak akan melakukan coret-coretan dan konvoi di jalanan  untuk merayakan kelulusannya,”jelasnya.

Untuk diketahui bahwa saat pengumuman kelulusan kemarin telah memakan korban bagi siswa yang merayakan kelulusan dengan melalukan konvoi di jalanan, diantaranya telah terjadi siswa di Lombok Utara dan Lombok Barat.