Buruh Cabut Rumput di Lamongan, Tewas Kesetrum Jebakan Tikus

Petugas bersama warga ketika olah TKP, setelah ditemukannya warga yang tewas akibat jebakan tikus. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Sapoan (64) seorang petani warga Dusun Pengkol Desa Kedungpengaron Kecamatan  Modo Kabupaten Lamongan, tewas mengenaskan diduga kesetrum listrik jebakan tikus di pematang sawah desa setempat  milik Imam (24) warga Dusun Sumberejo Desa Sumberagung Kecamatan Setempat pada Jumat (4/5/2018) pagi.

Kasubag Humas Polres Lamongan mengungkapkan   kejadian peristiwa itu bermula korban sekitar pukul 06.00 WIB berangkat  pergi ke sawah milik Setio Pendik (22) warga setempat untuk mencabut rumput di sawah tersebut. Kemudian sekira pukul 07.00 WIB.Setio Pendik pergi ke sawah miliknya untuk membantu korban,”Saksi tidak melihat korban di sawahnya,” terang Setio

Lebih jauh lagi Setio Pendik berjalan kearah timur di pematang sawah milik Imam, tidak jauh dari lokasi kejadian saksi Setio Pendik terkejut melihat korban sudah dalam keadaan terlentang di sawah milik Imam yang dipasangi jebakan tikus dengan kawat bendrat yang masih dialiri listrik dalam keadaan sudah meninggal dunia

“Korban tewas  di lokasi kejadian dan telapak kaki kanan terkelupas terlilit kawat bendrat yang masih ada aliran listrik,” ungkapnya

Setelah itu lanjutnya, Setio Pendik bergegas pergi meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan peristiwa kejadian tersebut ke perangkat desa serta diteruskan melaporkan ke Polsek setempat. Begitu menerima laporan petugas juga langsung menghubungi tim medis Puskesmas setempat untuk melakukan olah TKP dan memeriksa korban guna penyelidikan

“Hasil olah TKP petugas menemukan barang bukti tujuh buah  batang tiang bambu panjang lima meter, kabel listrik (stop kontak) warna hitam, sambung merah, sambung hitam sepanjang 150 meter, kawat (bendrat) untuk jebakan tikusnya sepanjang  kira-kira 700 meter untuk mengelilingi luas sawah” ungkapnya

Sementara itu tambahnya, hasil pemeriksaan oleh tim medis puskesmas setempat tidak ditemukannya tanda tanda penganiayaan dan korban murni meninggal dunia karena terkena kawat  yang masih dialiri setrum listrik. Pihak  Keluarga korban juga menolak dilakukan  outupsi atau pemeriksaan dalam terhadap korban. Serta membuat surat pernyataan untuk tidak menuntut pihak lainnya, pungkasnya.(omdik/fer)