Petani Sumberwudi Normalisasi Saluran Irigasi, Manfaatkan Padat Karya.

Warga Sumberwudi saat menormalisasi saluran irigasi dengan memanfaatkan program padat karya tunai. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Warga Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan kini mulai mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau dan musim tanam padi. Saluran irigasi desa yang biasanya mengalirkan air dari Bengawan Solo menuju lahan pertanian mengalami pendangkalan dan penyumbatan tersebut dilakukan normalisasi dengan pengerukan secara padat karya, Sabtu (5/5/2018).

Kekhawatiran petani di Desa Sumberwudi Kecamatan Karanggeneng dalam menghadapi musim Kemarau dan mas tanam padi pun sirna karena pemerintah melalui Anggaran Dana Desa (DD) tahun 2018 mulai melaksanakan program padat karya untuk beberapa normalisasi saluran irigasi dan peningkatan tata guna air.

Dipimpin oleh Muzayin salah satu perangkat Desa Sumberwudi, normalisasi dilakukan dengan cara manual yakni dengan menggunakan cangkul, dan tangan untuk menguras saluran sepanjang 500 meter yang mengalami pendangkalan dan dipenuhi semak belukar.

Sebanyak 10 petani dilibatkan dalam aksi yang memakan waktu 5 sampai 6 hari itu. Beberapa perangkat desa yang lain juga ikut turun ke sungai. “diperkirakan akan memakan waktu 6 hari. Tergantung kondisi kalinya,” jelas Muzayin.

Diakuinya, program padat karya ini memberikan manfaat bagi para petani di desanya, menambah penghasilan mereka serta meringankan beban biaya yang sebelumnya ditanggung oleh Pemerintah Desa.

Namun demikian, Muzayin menyarankan agar normalisasi saluran irigasi dapat dilakukan secara cepat, tepat dan efesien dibutuhkan alat berat seperti ekskavator alias backhoe. “Lihat sendiri kalau pakai tenaga manusia, lambat. Sementara pendangkalan saluran cepat sekali terjadi,” ucapnya

Padat Karya Tunai di Desa atau yang sering disingkat PKTD, merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memajukan pembangunan dan perekonomian desa.

Dilaksanakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), PKTD ternyata memiliki cara kerja yang sangat menguntungkan.

Pelaksanaan Padat Karya Tunai di desa diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat, mengurangi angka gizi buruk, mengurangi kemiskinan, menggerakkan ekonomi desa, serta mengembangkan kawasan pedesaan.

Pemerintah pun menganggarkan kegiatan-kegiatan yang bersifat padat karya (skema cash for work), yang diwajibkan untuk didanai dengan Dana Desa dalam APBDes.(omdik/fer).