​Usaha Pom Pertamini, Diminati Pengusaha Dadakan


KANALINDONESIA.COM :Meningkatnya pengunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di masyarakat, dan minimnya Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU), membuat sejumlah pengusaha, menilai ada peluang bisnis yang bisa menghasilkan rupiah.
Seperti hal nya Siswanto salah satu pengusaha di bidang pendidikan yakni pemilik Yayasan Samodra Ilmu, yang menilai bahwa kemajuan teknologi serta kebutuhan masyarakat akan BBM merupakan suatu peluang usaha baru untuk meraup keuntungan dari masyarakat yang membutuhkan BBM. Dengan berbekal modal serta lahan miliknya sendiri, Siswanto mendirikan Pom Pertamini di sejumlah lembaga pendidikan miliknya.

” Saya jualan BBM eceran dengan teknologi modern sehingga takaran lebih akurat. Untuk mesin sudah tersertifikasi oleh disperindag. Yang saya jual bukan BBM subsidi, bahkan untuk memastikan keakuratan alat ukurnya, tiap hari ini alatnya saya tera sendiri, hal ini agar masyarakat tidak dirugikan,” ujar Siswanto yang juga merupakan ketua Yayasan Samodra Ilmu.

Baca:  Dolar Terus Naik, Pengusaha Tahu Di Jombang Terancam Bangkrut

Bahkan Siswanto juga akan membuka Pom Pertamini diseluruh areal kampusnya, serta diseluruh area lembaga pendidikannya yang hampir tersebar diseluruh Indonesia.

“Saya saat ini sedang membuka Pom Pertamini di kampus A, B dan C,” terangnya.

Ketika disinggung terkait apakah sudah ada izin atas usahanya mendirikan pom pertamini, laki-laki asal Magetan ini menuturkan.

“Perijinan belum ada aturan tentang penjual BBM eceran, sifat dari pom mini adalah pedagang eceran. Dengan kelebihan, takarannya lebih akurat karena pakai teknologi modern. Dan aturan jual BBM non subsidi adalah bebas haknya rakyat,” ungkapnya.

Bahkan Siswanto ingin mengembangkan usahanya Pom Pertamini, serta berharap pemerintah dan DPRD segera membuat regulasi, tentang Pom Pertamini.

Baca:  Harga Kedelai Meroket, Pengrajin Tempe di Ngawi Kurangi Ukuran

“Iya akan saya kembangkan di seluruh indonesia mumpung regulasinya belum ada dan akan saya dorong agar pemerintah & DPR segera bikin peraturannya,” tegasnya.(19/09/2016)

Ketika disinggung terkait usahanya yang belum ada izin serta adanya laporan dari LSM, ke pihak Kepolisian, terkait dugaan perusakan fasilitas umum, serta dugaan pelanggaran Undang-undang, pihaknya menuturkan.

“3 hari lalu ada orang ngaku polisi datang ke Pom mini saya. Trus oleh petugas Pom diantar ketemu saya. Trus orang tadi saya interograsi atas dasar apa datang kesini. Katanya ada laporan dari LSM. Ya tak bilangi gini klo ada laporan dari LSM lantas prosedur apa yang mesti ditempuh oleh kepolisian dan banyak hal yang saya tanyakan. Akhirnya orang yang ngaku polisi itu pulang dengan PR yang saya tanyakan,” pungkasnya.

Baca:  Penyandang Difabel Dapatkan Pelayanan SIM Satlantas Polres Jombang

Abin (24) salah satu masyarakat konsumen pom pertamini, menyatakan bahwa pihaknya senang dengan adanya pom pertamini di beberapa wilayah di Jombang, pasalnya dia tak repot antri, dan dari segi harga juga sama saja, serta untuk mencari pom pertamini tidak sulit, karena tersebar di beberapa wilayah.

“Enak mas, gak antri, dan tak usah jauh-jauh ke SPBU, lagian harganya juga sama, untuk BBM nya,” pungkasnya.(elo)