Akhirnya Ardiyansah Bisa Kembali Ke Sekolah

Ardiyansah ketika kembali masuk sekolah dan kembali belajar bersama teman-temannya. Foto:omdik_kanalindonesia.com
Ardiyansah ketika kembali masuk sekolah dan kembali belajar bersama teman-temannya. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Ardiyansah (10) asal Lamongan Jawa Timur yang putus sekolah akhirnya kembali masuk sekolah. Sebelum berangkat ke sekolah, Ardiyansah tetap menunaikan kewajibannya merawat ibunya seperti biasa, sementara saat tiba di sekolahnya Ardiyansah disambut haru oleh teman-temannya.

Setelah satu tahun lebih tidak sekolah karena merawat ibunya, Ardiyansah bocah berusia 10 tahun asal Desa Kandangrejo Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Senin (7/5/2018) pagi masuk sekolah di SD Negeri Kandangrejo.

Ardiyansah sebelum berangkat merawat ibunya yang lumpuh dan buta. Ardiyansah setiap harus memberi makan dan minum sang ibu yang bernama Fitri Wulandari yang hanya terbaring tak berdaya. Fitri sendiri mengidap kelumpuhan sesaat melahirkan Ardiyansah.

Aktifitas yang dikerjakan Ardi sapaan Ardiyansah dilakukan secara rutin. Dirasa sudah Semuanya beres, Ardi pun segera berangkat ke sekolah. Setiba di sekolah yang tidak jauh dari rumah, Ardiyansah disambut haru dan gembira oleh para guru dan teman-temannya. Mereka menyambut kedatangan Ardiyansah, lantaran ia kembali masuk sekolah.

Menurut Jaelani, Kepala SDN Kandangrejo, Ardiyansah tergolong anak yang cerdas. Pihak sekolah akan mengambil langkah-langkah guna memberikan tambahan pembelajaran terhadap Ardi agar tidak tertinggal dari teman-temannya.

“Sekolah akan mengupayakan memberikan les privat dengan cara mengirim salah satu guru untuk mendampingi Ardi belajar di rumah,” kata Jaelani

Hari pertama masuk sekolah, Ardi langsung mengikuti pelajaran Matematika. Saat ditanya mata pelajaran yang paling disukai, Ardiyansah lebih menyukai pelajaran Agama.

Selama ini Ardiyansah dikenal sebagai siswa kelas 5 SD Negeri Kandangrejo. Namun, sejak semester pertama ia tak mau meneruskan sekolah lantaran tak tega melihat ibunya terbaring di kasur karena lumpuh dan buta. Akhirnya ia memilih merawat ibunya daripada sekolah.(omdik/fer)