Kepuasan Masyarakat Pengguna Internet Hanya 79 %, Terhadap Duet Noah

Nyono-Mundjidah

KANALINDONESIA.COM : Beberapa masyarakat pengguna internet yang merupakan masyarakat Jombang, nampaknya tidak puas dengan pemerintahan yang dinahkodai oleh Nyono Suharli Wihandoko beserta pasangannya Hj. Mundjidah Wahab yang sudah 3 tahun memimpin Jombang.

Polling untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan Noah ini dilakukan oleh TIMES Indonesia Network (TIN) dalam kurun waktu 17 Agustus hingga17 September 2016 yang dilakukan secara online.

Dari hasil polling diperoleh angka-angka yang variatif. Dari 408 jumlah responden yang mengikuti polling, 79,41 % mengaku tidak puas, 12,75 % kurang puas, 4,66 % puas, 2.21 % cukup puas, dan 0.98 % sangat puas.

Dr. Wahyudi, Koordinator Litbang TIN menuturkan, polling ini merupakan simulasi untuk menggambarkan sejauh mana kepuasan sebagian pengguna internet terhadap duet Nyono-Mundjidah dalam memimpin Jombang.

Baca:  Tingkatkan Partisipasi Warga Dalam Pemilu 2019, KPU Lamongan dan PPK Karanggeneng Datangi Petani Semangka

“Fitur ini tidak dibuat untuk kepentingan pihak tertentu. Hasil polling juga tidak bisa diklaim mewakili suara warga Jombang secara menyeluruh,” katanya.

Wahyudi yang juga merupakan pakar kebijakan publik ini menyatakan, sasaran polling adalah netizen, dan informasinya hanya menyebar di grup-grup media sosial di Kabupaten Jombang.

“Setidaknya ini menjadi gambaran sejauh mana kepuasan public netizen terhadap duet Nyono-Mundjidah,” tambahnya.

Meski responden hanya dari kalangan pengguna internet, Litbang TIN mencatat netizen yang menjadi responden berasal dari latar belakang profesi, usia, dan tingkat pendidikan yang beragam.

“Usia responden rata-rata 17-50 tahun, profesi mereka mulai dari petani, pengusaha, mahasiswa, buruh pabrik, pegawai kantor, dan guru,” lanjutnya.

Baca:  Angkut BBM, Mobil Box Terbakar

Ia menambahkan, warga Jombang cukup care dengan gadget.

“Kelompok netizen ini share of awareness informasi polling itu sampai ke pelosok,” pungkasnya.

Menurut pengamat kebijakan publik yakni faiz, menilai dari hasil polling ini seharusnya pemerintah segera mengambil tindakan, diantaranya adalah membuat program-program kerja yang sesuai dengan visi misinya saat kampanye dulu, dan selalu mengecek ke lapangan apakah program tersebut mengena masyarakat secara langsung atau tidak.

“Pemerintah daerah harus segera mengeluarkan program-program yang sejalan dengan visi misinya saat kampanye dulu. Dan yang paling penting adalah mampu mengecek apakah program tersebut sudah mengena dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat jombang,” tegasnya.

Masih menurut Fais yang juga merupakan anggota Kaum Santri Peduli Desa (KSPD),” publik mungkin sudah tahu, bahwa dalam pemerintahan noah terjadi berbagai kegaduhan, mulai dari buruknya pelayanan e-KTP, Plesiran Ibu-Ibu PKK, tingginya angka HIV AIDS, maraknya tingkat kekerasan seksual terhadap anak, kasus DBD, sampai pada Bupati yang lebih mengutamakan kepentingan partai dari pada agenda-agenda penting daerah, belum lagi masalah galian C yang hingga kini belum ada solusi dan tindakan tegas dari pemerintah daerah,” pungkasnya.(elo)

Baca:  Pengemudi Mengantuk, Avanza di Ponorogo ini Hantam Pohon Mahoni