DPRD Trenggalek Akan Segera Lantik Pengganti Antar Waktu Alm Djumani

Abu Mansur, sekretaris DPRD Kabupaten Trenggalek yang telah siap menjadwalkan PAW Alm Djumani anggota DPRD asal PAN dengan Jauzi Turseno, Senin, (7/5/2018).

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Sekretaris DPRD Kabupaten Trenggalek,   Abu Mansur, menegaskan kini pihaknya tengah serius memproses pergantian antar waktu (PAW) almarhum Djumani, anggota dewan asal Partai Amanat Nasional (PAN) dari Daerah Pemilihan (dapil) Kampak –Watulimo-Gandusari yang meninggal akibat sakit beberapa bulan lalu.

Selain pihaknya telah menerima surat jawaban dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Trenggalek tentang usulan pengganti Alm Djumani telah diterimakannya,  pihaknya kini juga telah mempersiapkan jadwal waktu tahapan pelaksanaan proses sampai pelantikan anggota dewan pengganti almarhum Djumani.

Sekretaris DPRD Kabupaten Trenggalek, Abu Mansur, mengatakan surat dari Partai PAN sudah diterimanya untuk kedua kalinya. Suart kedua ini merupakan perlengkapan dan kelengkapan dokumen administrasi yang diprasyaratkan KPU sesuai undang-undang dan Peraturan KPU yang terbaru.

“Surat dari PAN sudah kami terima dan surat itu sudah untuk kedua kalinya,” ungkapnya, Senin, (7/5/2018) di Trenggalek.

Dia juga menegaskan jika surat usulan yang bersangkutan yakni nama Jauzi Turseno sebagai pengganti almarhum kini telah mendapat kepastian jawaban dari KPU Trenggalek sebagai jawaban atas verifikasi yang telah dilakukan pihak penyelenggara pemilu tersebut.

“Surat yang mengusulkan Jauzi Turseno untuk menggantikan Almarhum Djumani sebagai verifikasi pencalonannya sudah kita terima dari KPU,” tuturnya.

Selepas proses itu, dikatakannya , pihaknya tinggal meminta kepada Gubernur Jatim untuk menjadwalkan proses PAW yang biasanya menunggu selama 7 hari. Namun begitu , proses tersebut tetap yang bertandatangan adalah bupati Trenggalek.

“Kita menunggu dari Gubernur Jatim dengan tenggat waktu selama 7 hari , lalu kita jadwal proses pelantikannya,” tandasnya.

Sementara, perkara ada konflik di internal PAN Trenggalek, Abu Mansur enggan menanggapi dan berpijak pada proses yang dilalui telah sesuai perundang-undangan yang berlaku serta mekanisme yang tidak ada cacat hukumnya.

“Kita sudah menerima semua hasil yang dilakukan KPU termasuk syarat medical chek up sebagai salah satu syarat diusulkannya seseorang untuk mem-PAW anggota dewan yang berhalangan tetap atau meninggal dunia,” pungkasnya. (ham)