Hari Ke 12, Jumlah Pelanggaran di Trenggalek Mencapai 1136

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2018 yang digelar secara serentak selama 14 hari dan dimulai pada 26 April hingga 9 Mei 2018, memasuki hari ke dua belas,  jajaran Satlantas Polres Trenggalek telah menemukan pelanggaran lalulintas baik roda dua maupun roda empat sebanyak 1136.

“ Operasi ini memang 80 persennya mengedepankan penindakan. Dari total jumlah pelanggaran yang ditemukan, semua sudah dilakukan penindakan tegas berupa tilang. Beberapa kendaraan, juga ada yang diamankan karena pengendara tidak bisa menunjukan kelengkapan motor alias bodong,’’  ucap Satlantas Polres Trenggalek AKP Ricky Tri Dharma, Senin (7/5/2018).

Dijelaskan, memasuki hari ke dua belas total pelanggaran sebanyak 1136. Pelanggaran terbanyak didominasi oleh pengendara motor, yakni  sebanyak  1028. Sedangkan roda empat 108 pelanggaran serta 24 unit motor diamankan sebagai barang bukti ranmor.

“ Dari catatan Satlantas Polres Trenggalek jumlah pelanggaran terbanyak masih didominasi kalangan remaja atau pelajar yang rata-rata belum cukup umur. Ini yang harus menjadi perhatian serius. Banyak korban sia-sia akibat lakalantas, untuk itu mari bersama-sama selamatkan generasi bangsa,’’ tuturnya.

Menurutnya, jajaran Satlantas  telah berbagai upaya untk menekan pelanggaran dan angka kecelakaan lalulintas. Diantaranya, sosialisasi di sekolah, melalui medsos, himbauan langsung atau pembagian brosur atau stiker dan bener yang intinya tentang tata tertib lalulintas.

“ Tindakan tegas yang kami lakukan dengan sanksi tilang ini, bertujuan untuk memberikan efek jera bagi para pelanggar. Selain itu demi keselamatan serta salah satu cara untuk menyelamatkan generasi bangsa,’’ tegasnya.

Ricky menambahkan,  kami menghimbau khususnya para remaja atau pelajar yang belum cukup usia dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), jangan berkendara motor. Ini semua untuk keselamatan, baik diri sendiri maupun orang lain. (sup/ham)