Perhutani Berdayakan Masyarakat Melalui Pengolahan Minyak Kayu Putih

Minyak kayu putih hasil penyulingan warga Sambeng yang bekerjasama Perhutani setempat. Foto:omdik_kanalindonesia.com

LAMONGAN, KANALINDONESIA.COM; Untuk mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wonosari Desa Candisari Kecamatan Sambeng membudidaya tanaman kayu putih. Tidak hanya itu saja, masyarakat juga mengolahnya sendiri menjadik minyak kayu putih. Dalam kesehariannya masyarakat mampu menyuling hingga 6 liter.

Bahan baku daun kayu putih ini diperoleh dari hutan yang dikelola Perhutani di Wilayah Sambeng, sedangkan minyak kayu putih yang dihasilkan masyarakat akan dijual Perhutani ke perusahaan-perusahaan minyak kayu putih.

Sayangnya, masyarakat Candisari hanya memiliki satu unit ketel, sehingga proses produksinya juga sangat terbatas. Daya tampung hasil penyulingan bahan baku daun kayu putih itu sedikitnya 350 kg perhari. Dengan hasil sekitar 5 – 6 liter minyak kayu putih dengan rendemen 0,75 persen.

Untuk mengoprasikan 1 unit ketel dalam kegiatan penyulingan ini dibutuhkan sebanyak 5 orang tenaga kerja. Jika ketelnya ditambah, maka jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam industri penyulingan minyak kayu putih akan jauh lebih banyak.

Menurut Mahfud Hadi, Asper BKPH Mantup KPH Mojokerto, di wilayah hutan Sambeng banyak tanaman kayu putih. Pihak perhutani bekerjasama dengan warga untuk memanfaatkan tanaman tersebut untuk dijadikan minyak kayu putih.

“Perhutani punya komitmen untuk memperdayakan masyarakat desa di sekitar hutan dalam kegiatan-kegiatan yang produktif dengan tujuan peningkatan ekonomi desa, ” kata Mahfud Hadi.

Dalam kegiatan budidaya ini melibatkan masyarakat di sekitar dusun, mulai dari penanaman pohon, pemeliharaan, memanen, penyulingan hingga pengemasan minyak kayu putih.

Sementara itu, untuk pemasaran minyak kayu putihnya ditangani langsung oleh Perhutani yang sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan perusahaan minyak kayu putih bermerek.

Kegiatan yang berbasis ekonomi ini secara otomatis dapat mengurangi angka pengangguran, khususnya di Pedesaan. Ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah perpindahan warga dari desa ke kota.(omdik/fer)