Akibat Café Karaoke Bodong, Sekdes Ngrambe Di Warning Keras

KANALINDONESIA.COM : Pasca penggerebekan café karaoke bodong milik HS maupun milik CTR di Kecamatan Ngrambe, Ngawi, pada malam Sabtu pekan kemarin rupanya berbuntut panjang. Terutama HS dirinya yang notabene sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) atau bisa disebut ‘Carik’ Desa Ngrambe terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum Polres Ngawi.

Seperti yang terlihat, HS dengan wajah lesu pakai topi demikian CTR langsung dipanggil Kabag Ops Polres Ngawi Kompol Wahono bersama Kasat Binmas AKP Sukisman di ruang data Polres setempat, Senin (19/09). Ditempat tersebut juga hadir Kasi Penegakan Perda Satpol PP Ngawi Arif Setyono bersama stafnya.

“Tadi yang bersangkutan baik HS maupun CTR kami suruh membuat surat pernyataan untuk tidak lagi membuka tempat hiburan yang belum mempunyai perizinan itu. Apalagi keberadaan café karaoke yang berada ditengah pemukiman jelas ditolak oleh warga sekitarnya,” terang Kompol Wahono, Senin (19/09).

Baca:  Walikota, Kapolresta Kediri dan PT GG rolling Thunder bersama Scoterist

Namun tegas dia, apabila HS dan CTR tidak mengindahkan surat pernyataan sebagaimana yang dibuat maka pihak aparat khususnya Polres Ngawi tidak memberikan sangsi keras lagi. Menyusul, aksi yang dilakukan HS yang jelas menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) sudah berulangkali mendapat peringatan keras dari aparat pemerintah.

Buktinya, sudah sempat diperingatan ke tiga kali bahkan sampai terjadi penyegelan oleh Satpol PP Ngawi namun lagi-lagi selaku pemilik HS membuka lagi café karaoke miliknya tersebut. Dengan dasar itulah diasumsikan HS ini memang keras kepala sehingga patut diberi sangsi keras jika kasus serupa diulangi lagi.

“Ini peringatan keras kami intinya jangan sampai buka café karaoke tanpa ijin. Dan tadi yang bersangkutan berjanji akan menutup usahanya itu,” tegasnya.

Baca:  Jasad Bayi Bertali Pusar Ditemukan Warga Ngawi di Aliran Bengawan Solo

Selaku Kabag Ops Polres Ngawi Kompol Wahono akan menggasak habis lokasi tempat hiburan illegal alias bodong yang diyakini mengganggu ketenangan masyarakat. Pihaknya pasca operasi di Ngrambe itu akan terus mendata beberapa tempat yang disinyalir dijadikan tempat café karaoke termasuk salah satunya di dalam kota.

Sementara Arif Setyono Kasi Penegakan Perda Satpol PP Ngawi menjelaskan, apapun dalihnya yang dilakukan HS jelas menyalahi prosedur tata aturan pemerintah termasuk perizinan baik lokasi café karaoke maupun ada dugaan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pun juga belum dikantongi.

Sedangkan terkait statusnya HS sebagai PNS pihak Satpol PP akan melayangkan kepada pihak Inspektorat Pemkab Ngawi untuk ditindaklanjuti dengan mencantumkan beberapa item pelanggaran yang sengaja dia buat. Tentu langkah tegas pihaknya untuk memberikan efek jera kepada siapapun juga terlebih sebagai seorang abdi negara.

Baca:  Bengawan Solo Meluap, Warga Ngawi Mulai Mengungsi

“Secepatnya kami akan melayangkan surat kepada Inspektorat untuk menindaklanjuti perilaku salah satu oknum PNS yang satu ini. Jangan sampai hal-hal semacam itu akan menular kepada pihak lainya,” pungkas Arif Setyono. (pr)