Merasa Terpanggil Bangun NTB, Taufan Rahmadi Maju Pileg 2019

Taufan Rahmadi mundur dari Tim 10 Percepatan Pembangunan Destinasi Wisata Prioritas Kementerian  Pariwisata RI, dan maju sebagai calon legelatif DPR RI dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.
Taufan Rahmadi mundur dari Tim 10 Percepatan Pembangunan Destinasi Wisata Prioritas Kementerian Pariwisata RI, dan maju sebagai calon legelatif DPR RI dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

LOMBOK, KANALINDONESIA.COM: Sebagai putra daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Taufan Rahmadi merasa terpanggil untuk membangun NTB, khususnya di sektor industri pariwisata mengingat NTB khususnya Pulau Lombok merupakan salah satu destininasi wisata yang sudah mendunia setelah Bali.

Sejak tahun 2016, Taufan Rahmadi dipercaya memangku jabatan sebagai Tim 10 Percepatan Pembangunan Destinasi Wisata Prioritas Kementerian Pariwisata RI – PIC Mandalika. Sebuah jabatan yang banyak memberi pelajaran dan pengalaman Taufan Rahmadi dalam membangun pariwisata khususnya di NTB. Hingga akhirnya Taufan Rahmadi memilih mundur dari Tim 10, dan maju untuk mencalonkan diri di Pemilu Legislatif DPR RI 2019 lewat Partai Gerindra.

“Ya, baru saja saya mengambil keputusan yang sangat berat. Saya telah memutuskan untuk mundur dari posisi saya di Tim Percepatan Pembangunan Destinasi Wisata Prioritas Kementerian RI. Itu artinya, saya menanggalkan peran saya sebagai PIC Mandalika, yang sejak tahun 2016 dipercayakan oleh negara kepada saya”, kata Taufan Rahmadi, saat jumpa pers, di Mataram, Kamis (10/5/2018).

Taufan Rahmadi menyatakan pengunduran dirinya sebagai Tim 10 ini, semata-mata untuk menghindari anggapan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan politik, yang dikhawatirkan akan timbul ditengah masyarakat NTB.

“Saya bisa saja tetap di Tim 10 sambil mengurusi bisnis keluarga, atau di Tim 10 sambil meniti karir di jalur politik. Saya bukan aparatur sipil negara, sehingga saya tidak terikat aturan tentang politik praktis. Namun, saya memilih untuk mundur, lebih karena saya ingin menghindari anggapan publik bahwa saya akan memanfaatkan posisi”, paparnya.

Dijelaskan Taufan, mengambil jalur politik sebenarnya tidak dia rencakanakan, pasalnya dia belum pernah memiliki pengalaman di politik praktis, menjadi kader partai, atau mencalonkan diri di dunia politik.

“Namun karena dorongan teman-teman di industri pariwisata, teman-teman pegiat desa wisata, tidak pernah berhenti untuk mencoba meyakinkan saya untuk ikut dalam Pemilihan Umum Legislatif 2019”, ucap Taufan..

Dia menyakini dengan pengalaman di sektor industri pariwisata serta dorongan dari penggiat pelaku periwisata di NTB, akan mampu untuk mensuarakan aspirasi tentang pariwisata di tingkat yang lebih tinggi di gedung parlemen nantinya.

“Faktanya, NTB yang merupakan daerah yang hidup dari sektor pariwisata, tidak memiliki wakil di DPR RI yang secara khusus menyuarakan pariwisata”, katanya.