Didepan Petugas Para PL Ini Beralasan Klasik, Apa Isinya ?

KANALINDONESIA.COM ;Para Pemandu Lagu (PL) dari café karaoke bodong milik dua orang warga Kecamatan Ngrambe, Ngawi, yang digerebek pada Sabtu malam pekan kemarin ini tersipu malu saat memasuki ruang data Polres Ngawi. Mereka bukanya di interogasi melainkan diberi ‘pencerahan’ atau pembinaan oleh Kasat Binmas Polres Ngawi AKP Sukisman. Didepan petugas pada umumnya para wanita cantik yang berjumlah lima orang ini nekat terjun sebagai PL di café karaoke bodong dengan alasan yang cukup klasik akibat desakan ekonomi keluarga.

Seperti yang dialami Mawar demikian nama samaranya seorang PL asal Kecamatan Jogorogo mengaku dirinya terpaksa terjun ke tempat hiburan malam lantaran desakan ekonomi yang tengah menghimpit keluarganya. Dengan gamblang Mawar pun bercerita, ditengah proses perceraian dengan suaminya dirinya harus menafkahi dua buah hatinya yang masih berumur 8 tahun dan 2 tahun ditambah dua adik kandungnya sendiri.

Baca:  Diduga Bunuh Diri, Pria Ngawi Ditemukan Tewas di Pinggir Rel Kereta Api

“Sebenarnya saya sebagai penyanyi campursari terpaksa cari penghasilan tambahan sebagai PL ini karena masalah ekonomi dimana harus menghidupi dua anak dan dua adik,” singkat Mawar.

Dengan raut wajah penuh kesedihan ini, profesinya sebagai PL Mawar mengaku setiap harinya mampu meraup penghasilan sekitar Rp 300 ribu itu pun jika kondisi pengunjung di café karaoke bodong tersebut ramai. Sebaliknya, jika sepi memaksa dirinya harus menunggu job manggung sebagai penyanyi campursari.

Terkait pengakuan PL ini, Kasat Binmas Polres Ngawi AKP Sukisman tidak langsung mempercayai begitu saja apa yang disampaikan tersebut. Hanya saja dia meminta pekerjaan PL harus dipikirkan dalam-dalam kalau perlu harus dikonsultasikan kepada orang tuanya. Hal ini menyusul, sebagai PL tentu dekat dengan glamouritas kehidupan malam.

Baca:  Kejari Ponorogo Hentikan Kasus OTT PTSL

“Kami minta mereka saudara-saudara ini harus berpikir ulang sebagai PL karena apa jangan sampai ada kesan negative terlebih mereka kan bekerja di café karaoke belum berizin. Meski demikian kami tetap positif thinking terhadap mereka mudah-mudahan mereka bekerja sebagai PL professional kalau toh itu bertentangan dengan hatinya bisa beralih ke pekerjaan lain,” jelas Kasat Binmas Polres Ngawi AKP Sukisman. (DIK)