DPRD Trenggalek Dukung Perumusan Prioritas Pelestarian Budaya Lokal

bambang sutopo

TRENGGALEK, KANALINDONESIA.COM: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, siap melaksanakan dan mendukung upaya pemerintah daerah setempat dalam perumusan arah, prioritas dan kerangka kebijakan di bidang pembinaan, pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan potensi budaya.

“Kami bersama seluruh anggota dewan siap mendukung dan memberikan masukan kepada Pemkab Trenggalek dalam bidang pembinaan dan pengembangan seni dan budaya di Kabupaten Trenggalek,” kata Bambang Sutopo, unsur pimpinan Komisi IV DPRD Trenggalek,  usai pagelaran “Kaprawiran Ring Bhumi Teranggalih” di Taman Budaya Surabaya yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Jatim, Jum’at, (11/5/2018 ) di Trenggalek.

Menurut dia, Pemkab Trenggalek telah berbuat  untuk memperkenalkan seni budaya dan promosi produk UKM daerahnya , agar Trenggalek jauh lebih dikenal seantero Nusantara bahkan luar negeri.

“ Trenggalek sudah dikenala, namun harus selalu dikenalkan apalagi ada anjungan wisata serta destinasi yang baru yang harus diketahui publik,” terangnya.

Namun begitu, Trenggalek tentu saja menunggu kekukuhan lembaga, ditandai dengan kemampuan lembaga yang menangani  dalam menerjemahkan tugas dan fungsinya serta mengimplementasikan dalam ruang dan waktu yang sesungguhnya.

“Dinas harus  mendukung  dalam perumusan arah, prioritas dan kerangka kebijakan dalam pembinaan, pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan potensi budaya lokal,” katanya.

Politisi asal PDI Perjuangan ini berharap  dinamika dan perkembangan seni budaya yang begitu komplek di Kabupaten Trenggalek perlu disikapi dengan bijak, sehingga perlu dukungan dan masukan dari berbagai pihak.

“Kami berharap seluruh wakil rakyat di DPRD Trenggalek dapat menjadi mitra Pemkab Trenggalek dalam pembinaan, pelestarian, pengembangan dan pemanfaatan potensi budaya,” tegasnya.

Ia mengatakan pihaknya siap menerima masukan dan kajian dari pemerintah daerah serta stake holder yang lain termasuk Kelompok Sadar Wisata yang kini tumbuh berkembang di tengah masyarakat.

“Kita harus mampu menangkap aspirasi pemangku kepentingan kebudayaan dan menjadi katalisator potensi sendi dan budaya daerah dalam upaya pembinaan dan pengembangan seni dan budaya daerah,” pungkasnya.(mil/ham)